• Headline

    Biaya Top Up eMoney untuk Jalan Tol Maksimal Rp1.500

    Oleh : Doni Ramdhani25 September 2017 06:09
    KHUSUS pembayaran jasa tol, kebijakan pemberlakuan uang elektronik serentak akan diberlakukan pada awal Oktober ini. Untuk itu, sebagai lembaga bank sentral Bank Indonesia (BI) menetapkan biaya pengisian saldo atau top up pada kartu uang elektronik.

    Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan, pihaknya menetapkan batas maksimum dalam skema harga uang elektronik untuk transaksi top up. Penetapan batas maksimum sebesar Rp1.500 dimaksudkan untuk menata struktur harga yang saat ini bervariasi.

    "Untuk biaya top up itu, BI menetapkan biaya maksimal sebesar Rp1.500. Bagi penerbit yang saat ini telah menetapkan tarif di atas batas maksimum tersebut wajib melakukan penyesuaian," kata Agusman dalam rilis BI, beberapa waktu lalu.

    Secara rinci, dia menjelaskan biaya top up on us atau pengisian ulang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu untuk nilai sampai dengan Rp200 ribu itu tidak dikenakan biaya. Namun, untuk nilai di atas Rp200 ribu dapat dikenakan biaya maksimal Rp750.

    Sedangkan, biaya top up off us atau pengisian ulang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu yang berbeda/mitra itu dapat dikenakan biaya maksimal sebesar Rp1.500.

    Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan gerbang pembayaran nasional (GPN) atau national payment gateway ini wajib memenuhi aspek transparansi di dalam pengenaan biaya. Kebijakan dewan gubernur mengenai GPN ini merupakan pelaksanaan dari Peraturan Bank Indonesia No.19/8/PBI/2017 tentang GPN. Hal ini juga untuk mendukung program pemerintah seperti bantuan sosial non tunai, strategi nasional keuangan inklusif, elektronifikasi jalan tol dan GNNT yang ditujukan untuk efisiensi perekonomian nasional.

    "Dengan adanya ketentuan batas atas pengenaan biaya ini diharapkan akan menurunkan biaya transaksi masyarakat, mendorong peningkatan transaksi, dan perluasan akseptasi," ujarnya seraya menyebutkan BI sewaktu-waktu dapat mengevaluasi kebijakan skema harga.

    Sebelumnya, menjelang pemberlakuan pembayaran tol secara nontunai Oktober mendatang, pihak Jasa Marga Cabang Purbaleunyi mengaku siap. GM Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Setia Budi mengatakan, sejauh ini capaian transaksi nontunai di tempatnya relatif signifikan.

    "Di hari normal, rata-rata transaksi e-toll ini mencapai 29%. Paling tinggi transaksi ini ada di tol dalam kota yang persentasenya sebesar 38%," kata Setia, waktu lalu.

    Untuk meningkatkan penetrasi penggunaan e-toll ini pihaknya secara simultan memberikan sosialisasi. Imbauan kepada masyarakat ini diberikan melalui media massa dan media sosial sejak Februari lalu.

    Menurutnya, transaksi e-toll ini memberikan efisiensi pelayanan. Pihaknya bisa memangkas waktu transaksi dari semula sembilan detik menjadi empat detik saja. Ini berkorelasi pada pengurangan panjang antrean di gerbang tol.

    Terkait infrastruktur, Jasa Marga yang memiliki 9 cabang dan 17 anak perusahaan ini siap memberikan layanan prima. Di sejumlah ruas tol yang dikelola hampir seluruhnya memiliki gerbang tol otomatis (GTO). Walaupun GTO tersebut saat ini masih terbatas untuk kendaraan golongan I saja.

    Sementara itu, Humas PT Jasa Marga Dadan Sarifudin mengatakan pada Jumat (22/9) lalu kebijakan pembayaran tol nontunai ini diberlakukan di gerbang tol Baros 1, Cimahi.

    "Untuk pembayaran nontunai ini kita telah berkoordinasi dengan pihak perbankan. Kita pun siap untuk infrastuktur pembayaran e-toll ini," katanya kepada INILAH, Ahad (24/9).

    Menurutnya, dalam waktu dekat ini jalan tol Purbaleunyi 100% hanya melayani transaksi nontunai. Secara bertahap, gardu masuk gerbang tol transaksi nontunai ini diberlakukan di pintu Baros 1 pada 22 September, Sadang (26 September), Moh Toha (29 September), Buah Batu (12 Oktober), Kopo (17 Oktober), Pasir Koja (18 Oktober), Baros 2 (19 Oktober), Pasteur (24 Oktober), Padalarang (25 Oktober), Jatiluhur (26 Oktober), dan Cileunyi (29 Oktober).

    "Untuk sosialisasi, kita terus melakukannya melalui beragam media massa seperti radio, cetak, dan televisi. Seperti tadi pagi, kita sosialisasi e-toll ini di kawasan car free day Dago. Intinya, kita siap melakukan transaksi nontunai ini," ujar Dadan. (jul)