• Headline

    PT DI Serahkan Produk Unggulan ke Kemenhan

    Oleh : Doni Ramdhani10 Januari 2018 00:00
    fotografer: Rizal Fauzi Akbar
    INILAH, Bandung - PT Dirgantara Indonesia (DI) menyerahkan enam produk unggulan buatannya ke Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI. Produk yang diserahterimakan itu berupa tiga unit Heli Serang TNI AD, dua unit Heli AKS TNI AL, dan satu unit Pesawat udara CN235 MPA TNI AL.

    Seremoni penyerahan dilakukan di Hanggar Fixed Wing PT DI Jalan Pajajaran No 154 Kota Bandung. Dari pantauan, Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro meneken berita acara bersama Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemenhan RI Laksamana Muda TNI Agus Setiadji.

    Ini disaksikan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, dan Kasad Jenderal TNI Mulyono.

    "Atas kepercayaan ini, kita mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Kita selalu siap memenuhi kebutuhan Kemenhan dan TNI dalam rangka melengkapi alustista TNI. Kemenhan dan TNI merupakan customer terbesar utama kami," kata Elfien, Selasa (9/1).

    Sementara itu, Ryamizard Ryacudu mengatakan penyerahan kali ini merupakan penyerahan bertahap dari PT DI. Menurutnya, dengan penetrasi potensi sumber daya Indonesia ini untuk membangun industri pertahanan menuju kemandirian. Ini pun dapat meningkatkan kekuatan dan pertahanan serta mendorong ekonomi kemandirian.

    "Penyerahan ini akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan melengkapi sistem alutsista kita. Kemeterian Pertahana akan terus berkomitmen dan memberdayakan kemampuan kemandirian alutsista TNI," ujar Ryamizard.

    Dia menuturkan, berdasarkan hasil riset berbagai lembaga dunia menyebutkan Indonesia diproyeksikan menjadi raksasa ekonomi baru dunia. Salah satunya meningkatnya industri pertahanan. Msuknya helikopter serang ini sesuai tuntuan kebutuhan organisasi dalam menyikapi dan antisipasi berbagai potensi ancaman.

    Dari informasi yang dihimpun, dalam nota kesepahaman tersebut pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft dan Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam akan diserahkan ke TNI Angkatan Laut. Sedangkan, Helikopter Serang AS555AP Fennec diserahkan kepada TNI Angkatan Darat.

    Pesawat CN235-220 MPA dapat digunakan untuk berbagai macam misi. Seperti patroli perbatasan dan Zona Ekonomi Eksklusif, pengawasan pencurian ikan dan pencemaran laut, pengawasan imigrasi dan perdagangan manusia, penyelundupan narkoba dan barang illegal, serta pencarian dan penyelamatan korban bencana.

    Pesawat baling-baling ini memiliki beberapa keunggulan yakni memiliki maximum take off weight (MTOW) seberat 16.000 kg. Selain itu, pesawat ini pun dapat lepas landas dengan jarak pendek di atas permukaan yang belum beraspal dan berumput. Pesawat ini mampu terbang selama 10-11 jam dengan sistem avionik full glass cockpit yang lebih modern, autopilot, dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.

    Selain mampu mengakomodasi dua console, pesawat ini dilengkapi dengan 360 derajat search radar yang mampu mendeteksi target kecil sampai 200 nautical mile (NM) dan automatic identification system (AIS). Lengkap dengan sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi dan menemukan kapal lain untuk memperoleh gambaran perintah operasi lawan dan mengetahui posisi objek yang mencurigakan.

    Pesawat ini pun dilengkapi forward looking infra red (FLIR) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target pada malam hari serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.

    Pada 29 September lalu, PT DI menyerahkan dua unit Helikopter AS565 MBe Panther di Hanggar Rotary Wing. PT DI juga telah menyerahkan dua unit Heli AKS sehingga saat ini terbilang empat unit Heli AKS yang telah diserahkan. Sedangkan, tujuh unit Heli AKS berikutnya termasuk 2 dua unit di antaranya akan memiliki konfigurasi full AKS siap diserahkan secara bertahap pada 2018 ini.

    Heli AKS ini merupakan helikopter jenis Panther dengan type AS565 MBe yang pertama di Indonesia. Kendati helikopter ini merupakan hasil kolaborasi industri antara PT DI dengan Airbus Helicopters Perancis namun untuk fase integrasi AKS sejak desain hingga pemasangan adalah hasil karya anak bangsa. [jek]