• Headline

    Di Bandung Raya, Bulog Bakal Gelontorkan 600 Ton Beras Setiap Pekan

    Oleh : Doni Ramdhani10 Januari 2018 01:30
    INILAH, Bandung - Di wilayah Bandung Raya, pada Januari ini Bulog Subdivre Bulog siap menggelontorkan 600 ton beras medium per pekan. Kepala Bulog Subdivre Bandung Rasiwan mengatakan, pasokan tersebut untuk tiga kabupaten dan dua kota yang berada di wilayahnya.

    "Sampai hari ini, kita sudah menggelontorkan sebanyak 120 ton. Targetnya, di Januari ini per minggunya akan kami gelontorkan sebanyak 600 ton," kata Rasiwan saat pelepasan operasi pasar beras medium di Gudang Bulog Cimahi, Selasa (9/1).

    Menurutnya, beras medium ini akan didistribusikan ke sejumlah pasar. Kebutuhan pokok ini dibanderol Rp9.350/kg sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

    Digelontorkannya beras medium ini ditujukan memberikan rasa aman masyaakat terkait beras. Terlebih, pada Desember lalu harga beras medium cenderung naik. Operasi pasar ini diakuinya sebagai bentuk penetrasi beras medium ke masyarakat. Sebelumnya, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten/kota setempat.

    Sedangkan, Kepala Bagian Operasional Bulog Divre Jabar Sri Emilia menyebutkan kini harga beras medium di pasaran mengalami kenaikan 10-15%. Operasi pasar ini tak lain bertujuan untuk menekan harga jual di atas HET. Kenaikan harga tersebut diakuinya karena pada Desember lalu terdapat perayaan hari raya dan tahun baru yang meningkatkan konsumsi masyarakat.

    "Kenaikan beras medium sekitar 10-15% itu berlanjut hingga Januari. Ini karena masa panen yang terbilang belum serentak. Panen hanya terjadi di beberapa titik," tambahnya seraya menyebutkan operasi pasar serupa digelar di tujuh subdivre se-Jabar yakni Bandung, Cimahi, Cirebon, Indramayu, Subang, Karawang, dan Cianjur.

    Dia menegaskan, berapa pun permintaan operasi pasar beras medium ini pihaknya siap mendistribusikan. Artinya, permintaan tersebut tidak dibatasi kuantitasnya. Pada tahap pertama Januari 2018 ini, Bulog Divre Jabar akan menggelontorkan beras medium untuk operasi pasar sekitar 48 ribu ton.

    Sementara itu, Sekretaris Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Nusa Eka mengatakan untuk operasi pasar beras medium ini pihaknya melakukan pendampingan. Diakuniya, pengawasan di lapangan dilakukan agar harga jual tidak melebih HET beras medium yang ditetapkan pemerintah sehatga Rp9.350/kg.

    "Bersama Satgas Pangan, kita melakukan pengawasan di lapangan. Untuk hari ini, operasi pasar beras medium ini dilakukan lima pasar. Yaitu, Pasar Andir, Kosambi, Sederhana, Kiaracondong, dan Pasar Baru," sebutnya seraya mengatakan untuk pasokan beras medium ini cadangan relatif mencukupi untuk 3-4 bulan ke depan. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT