• Headline

    Pilkada Serentak 2018, BI Jabar Optimistis Peredaran Upal Minim

    Oleh : Doni Ramdhani11 Januari 2018 02:00
    INILAH, Bandung - Biasanya, saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) berlangsung peredaran uang palsu meningkat. Namun, pada Pilkada Serentak 2018 ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar berlawanan pandangan.

    Kepala KPwBI Jabar Wiwiek Sisto Widayat meyakini, peredaran upal itu relatif menurun. Pasalnya, berdasarkan grafik kecenderungan upal itu menurun sejak lima tahun terakhir.

    Menurutnya, pada 2013 saat Pilkada lima tahun lalu peredaran upal tercatat sebanyak 23 ribuan lembar. Pada 2014, peredaran melonjak menjadi 57.124 lembar.

    "Kemungkinan salah satu pendorong peredaran upal marak pada 2014 itu karena saar itu ada Pilpres (pemilihan presiden), bukan Pilkada," kata Wiwiwek, Rabu (10/1).

    Selanjutnya, pada 2015 hingga 2017 jumlahnya terus menurun. Secara berturut-turut, jumlahnya sebanyak 43.852 lembar, 32.537 lembar, hingga 21.954 lembar. Berdasarkan catatan itu, Wiwiek optimistis perederan pada Pilkada Serentak 2018 ini akan terus menurun.

    Pada November 2017 lalu, KPwBI bersama dengan Polda Jabar memusnahkan barang bukti upal yang beredar. Tindakan pemusnahan itu untuk barang bukti temuan selama tiga tahun terakhir. Dia mengaku beberapa tahun belakangan, tren peredaran uang palsu ini terbilang menurun.

    "Karena sudah tiga tahun tidak dilakukan pemusnahan, barang bukti uang palsu itu sudah menumpuk banyak. Pemusnahan tersebut berdasarkan keputusan inkrah dari Pengadilan Bandung yang berwenang untuk segera melakukan pemusnahan," ucap Wiwiek saat itu.

    Menurutnya, barang bukti yang disimpan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Jabar saat ini sebanyak 54.000 lembar. Uang palsu tersebut terdiri dari berbagai pecahan. Pemusnahan pun dilakukan terhadap uang palsu yang disimpan di KPwBI Jabar.

    Dia menjelaskan, dibandinkan dengan tahun lalu pihaknya mencatat ada penurunan yang signifikan. Hingga September lau, pihaknya menemukan sebanyak 14.627 lembar uang palsu. Sebelumnya, pada 2016 lalu temuan uang palsu ini mencapai 32.537 lembar.

    Temuan uang palsu ini terus menurun sejak tiga tahun lalu. Pada 2014, temuan mencapai 57.124 lembar dan pada 2015 temuan uang palsu ini hanya mencapai 43.852 lembar. Kendati fakta menunjukkan adanya penurunan, pihaknya terus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait ciri keaslian rupiah. Ini dilakukan petugas internal KPwBI Jabar.

    Dia menyebutkan, kejahatan mata uang dengan tren yang terus menurun ini diharapkan terjaga bahkan berjalan lebih baik. Dalam mendukung upaya penanggulangan tindak pidana pemalsuan uang, pihaknya selalu melakukan proses rekam data dan verifikasi secara rinci uang palsu ke dalam sistem aplikasi sebagai gudang data uang palsu.

    Khusus mengenai metode pemusnahan, Wiwiek menjelaskan lembaran uang palsu itu akan diracik dengan mesin khusus. Dikarenakan mesin tersebut hanya dimiliki KPwBI Jabar, maka pemusnahan dilakukan di perwakilan lembaga bank sentral itu. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT