• Headline

    Inkindo Dorong Pembangunan Kawasan Jabar Selatan

    Oleh : Doni Ramdhani11 Januari 2018 03:00
    INILAH, Bandung - Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Jabar menyepakati kawasan selatan provinsi ini harus segera dibangun. Terutama, infrastuktur jalan yang selama ini menjadi kendala utama peningkatan taraf perekonomian warga setempat.

    Ketua Inkindo Jabar Andrian Tejakusuma mengatakan, perekonomian Jabar bagian selatan relatif tertinggal karena akses dan infrastruktur jalan di kawasan tersebut tidak tersambung.

    "Memang di sebelah barat yaitu (Palabuhan Ratu) dan timur (Pangandaran) relatif terbangun. Tapi bagian Rancabuaya, Cipatujah, dan Cianjur selatan belum nyambung. Ke depan kita dorong bagian itu terhubung," kata Andrian di sela Musprov Inkindo Jabar 2018, Rabu (10/1).

    Menurutnya, pada 2017-2019 ini terdapat lima proyek infrastruktur prioritas di Jabar. Yakni, pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Pelabuhan Patimban, jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), dan jalan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja).

    "Kalau tol Bocimi terealisasi, wilayah Cianjur bisa teratasi. Nantinya, setelah fase 1 tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya) rampung itu akan diteruskan tol Pangandaran-Ciamis-Garut. Artinya, kawasan Jabar Selatan terhubung seluruhnya," ucapnya.

    Selain pembangunan infrastruktur, Andrian mengaku pihaknya mendorong adanya kluster ekonomi. Di selatan Jabar ini, dia menyebutkan kluster yang cocok dikembangkan yakni sektor pariwisata dan perkebunan. Untuk itu, Andrian mengharapkan raksasa pengembang seperti Summarecon dan Agung Podomoro bisa melirik dan menanamkan modalnya di wilayah selatan Jabar.

    Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Jabar sejauh ini ditopang akselerasi perekonomian di daerah utara. Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Doddy Budi Waluyo mengatakan adanya ketimpangan antara utara dan selatan Jawa ini salah satunya dikarenakan infrastruktur yang relatif tidak merata.

    Untuk itu, BI bersama Kementerian Koordinator Bidang Maritim beserta kementerian terkait dan pemerintah daerah lainnya mengadakan Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah (Rakorpusda) di Hotel InterContinental Bandung pada Selasa-Rabu (26-27/9) lalu. Pertemuan ini bertema Mendorong Berkembangnya Sektor Ekonomi Potensial yang Berdaya Saing Tinggi Melalui Peningkatan dan Pemerataan Kapasitas Infrastruktur.

    Doddy menyebutkan, koordinasi pusat dan daerah ini bertujuan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pihaknya mendorong penguatan sektor ekonomi potensial mutlak diperlukan guna memberikan nilai tambah dalam penyerapan tenaga kerja, meningkatkan ekspor, dan mengurangi ketimpangan kesejahteraan masyarakat.

    "Pengembangan sektor ekonomi potensial ini memerlukan dukungan kebijakan pemerintah terutama infrastruktur Jabar yang menghadapi ketimpangan antara daerah selatan dan utara," kata Doddy saat jumpa wartawan.

    Menurutnya, ketimpangan pendapatan di Jabar pun terlihat antara utara-selatan. Sebanyak 71% produk domestik regional bruto (PDRB) Jabar disumbangkan sembilan kabupaten/kota yang berada di utara Jabar. Selain itu, pendapatan per kapita tertinggi pun berada di bagian utara. Gambaran tersebut mengingat jumlah penduduk miskin terbesar berada di selatan Jawa yang berbasis pertanian.

    Ini diakuinya memerlukan pengembangan sektor ekonomi bernilai tambah besar seperti agroindustri yang didukung infrastruktur dasar yang dapat mendukung pemerataan kesejahteraan. Peran BI diperlukan guna menjaga stabilitas ekonomi untuk mendukung sektor ekonomi potensial di daerah dan mendorong pendalaman pasar keuangan untuk mendukung berkembangnya pembiayaan pembangunan infrastruktur.

    Doddy menuturkan, tujuan Rakorpusda antara lain memperoleh gambaran strategi kebijakan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Jabar serta mendorong ketersediaan faktor-faktor pendukung melalui dukungan kapasitas infrastruktur. Selain itu, pertemuan ini pun sebagai ajang policy discussion guna terwujudnya sinergi kebijakan yang diarahkan pada opsi dukungan kebijakan pusat dan daerah.

    Sejalan dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar Wiwiek Sisto Widayat menyebutkan pokok pembahasan dalam Rakorpusda ini meliputi upaya peningkatan kapasitas infrastruktur dasar dan konektivitas yang terintegrasi untuk mendukung berkembangnya sektor ekonomi potensial di Jabar.

    "Pembahasan lebih difokuskan pada lingkup Jabar yakni pada proyek infrastruktur strategis seperti Tol Bocimi, Cisumdawu, dan Garut-Tasik. Ada juga proyek Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban Subang," ujarnya.

    Sementara itu, khusus mengenai kelembagaan Sekretaris Inkindo Jabar Ugan Djuanda mengaku organisasi perintis di bidang jasa konsultasi ini terdiri dari 818 perusahaan sebagai anggota. Sebelumnya, anggota ini hanya terhitung sebanyak 756 perusahaan yan tersebar se-Jabar.

    Inkindo Jabar menjalankan dua bidang usaha konsultan bidang konstruksi dan non-konstruksi. Porsinya, 75% usaha Inkindo ini dominan bergerak di bidang konstruksi. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT