• Headline

    BEI Bidik 400 Galeri Investasi

    Oleh : Doni Ramdhani11 Januari 2018 22:30
    INILAH, Bandung - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memberikan edukasi publik terkait pasar modal. Salah satunya melalui pendirian galeri investasi di sejumlah kampus perguruan tinggi.

    Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini mengatakan, sejauh ini jumlah galeri investasi di Indonesia mencapai 325 unit. Gerai tersebut tersebar di sejumlah kampus, kantor perwakilan BEI di daerah, dan lainnya. Penambahan galeri investasi diharapkan meningkatkan literasi pasar saham yang masih rendah.

    "Tahun ini, kita menargetkan akan mendirikan 400 unit galeri investasi. Selain di kampus, rencananya akan dibuka di organisasi, asosiasi, atau komunitas mitra BEI," kata Hamdi saat pembukaan Galeri Investasi Unjani Bandung, Kamis (11/1).

    Menurutnya, penambahan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan literasi masyarakat sekaligus mendongkrak jumlah investor lokal. Sejauh ini, jumlah investor lokal relatif minim. Angkanya tidak lebih dari 1% dari total populasi penduduk Indonesia. Padahal, pasar modal Indonesia merupakan terbaik di dunia.

    Hamdi menjelaskan, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir pasar modal Indonesia memberikan keuntungan lebih dari 200%. Return tersebut diakuinya sangat menarik bagi investor global untuk bermain di pasar modal Indonesia. Tak heran jika pasar modal Tanah Air masih dikuasai investor.

    "Return mencapai 200% dalam sepuluh tahun terakhir di pasar modal Indonesia merupakan investasi yang tidak ada bandingannya," tambahnya.

    Mengenai alasan pendirian galeri investasi di kampus, Hamdi mengaku pihaknya mendorong mahasiswa untuk menjadi investor di pasar modal. Sebab, civitas akademika perguruan tinggi umumnya relatif memiliki tingkat intelektualitas tinggi. Selain itu, mereka pun lebih mudah menyerap informasi terkait pasar modal.

    Senada dengan itu, Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jabar Tjandra Nyata Kusuma mengatakan, tingkat literasi dan inklusi sektor pasar modal masyarakat Indonesia ini terendah dibandingkan sektor jasa keuangan lainnya. Angkanya hanya 4,40% untuk tingkat literasi dan dan 1,25% untuk inklusi pasar modal. Kondisi tersebut mencerminkan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pasar modal.

    Berdasarkan data dari Satgas Waspada Investasi Daerah Jabar, dia menuturkan tingkat penawaran investasi ilegal atau bodong di Jabar masih marak terjadi. Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan pelaku industri di sektor pasar modal gencar melaksanakan program sosialisasi dan edukasi guna membangun tingkat kesadaran terhadap investasi di pasar modal.

    Sementara itu, Wakil Rektor III Unjani Toto Saputra mengapresiasi kehadiran galeri investasi itu sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa mengenai pasar modal dan investasi. Diharapkan, ribuan mahasiswa yang tertarik dan menjadi investor di pasar modal Indonesia.

    "80% alumni kita kebanyakan jadi profesional di perusahaan. Di saat mereka punya pendapatan, dengan adanya pehamaman dari galeri investasi ini diharapkan mereka tidak bingung menyimpan dimana dan perencanaannya. Apalagi, pasar modal ini banyak instrumen mulai dari saham, obligasi, dam reksa dana," ucap Ketua Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Unjani Cucu Wahyudin. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT