• Headline

    BI Jabar Pasok Rp11,92 Triliun

    Oleh : Doni Ramdhani21 Mei 2018 17:24
    fotografer: Syamsuddin Nasution
    INILAH, Bandung - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar menjamin ketersediaan uang pada masa Ramadan-Lebaran yang jumlahnya cenderung meningkat. Pada tahun ini, lembaga bank sentral ini menyiapkan uang kartal mencapai Rp11,92 triliun.

    Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPwBI Jabar Ismet Inono mengatakan, kesiapan pasokan uang itu sesuai dengan kebutuhan yang ada. Menurutnya, proyeksi kebutuhan itu meningkat sebesar 3,8% dari tahun sebelumnya.

    "Realisasi pemenuhan kebutuhan Ramadan tahun sebelumnya sebesar Rp11,48 triliun. Pada 2018 ini proyeksi kebutuhan mencapai Rp11,92 triliun," kata Ismet di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Senin (21/5).

    Menurutnya, agar distribusi itu relatif merata pihaknya meningkatkan layanan kas kepada masyarakat. Untuk itu, strategi tersebut dilakukan bekerjasama dengan beberapa bank yang memiliki mobil layanan kas. Secara bersamaan, layanan penukaran uang itu dilakukan di pusat keramaian.

    Di kawasaan Bandung Raya, mobil layanan penukaran uang terpadu tersebut berada di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Alun-alun Kota Bandung, Alun-alun Kota Cimahi, halaman Balai Kota Bandung, Alun-alun Ujungberung, dan Lapangan Tegallega. Selain lokasi terpadu itu, ke-12 bank yang menjadi mitra pun melakukan penukaran uang di hampir seluruh pelosok Jabar.

    "Selain pemerataan dalam pendistribusian, tujuan dari penukaran uang ini untuk memecah konsentrasi masyarakat menukarkan uangnya di satu tempat. Ini juga lebih mendekatkan masyarakat sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh menukarkan uangnya. Tapi menunggu ketika ada layanan penukaran di dekat daerahnya," ujarnya.

    Ke-12 bank yang ikut bekerja sama dalam layanan mobil penukaran uang terpadu itu yakni BRI, Mandiri, BTN, BJB, BNP, CIMB Niaga, DKI, MayBank, BRI Syariah, BJB Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri. Selain bisa menukarkan uang kartal, masyarakat pun bisa mendapatkan uang elektronik berbasis kartu.

    "Tak hanya di mobil, penukaran uang ini pun dilayani 1.232 kantor cabang dan cabang pembantu bank umum serta 99 BPR di 11 kabupaten/kota se-Jabar," tambahnya.

    Terkait prosedur penukaran, Ismet menyebutkan itu bisa mudah dilakukan siapapun. Masyarakat yang ingin menukarkan uangnya hanya perlu menyiapkan kartu identitas dan mengisi formulir penukaran. Untuk sekali transaksi, maksimal jumlah uang yang ditukarkan sebesar Rp3,7 juta.

    Disinggung mengenai kehadiran 'inang-inang' yang merebak jelang Lebaran, Ismet mengimbau masyarakat tidak menggunakan jasa dari penjual uang jalanan tersebut. Dia mengakui pihaknya tidak memiliki kewenangan menertibkan kehadiran 'inang-inang'.

    Sementara itu, Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPwBI Jabar Sukarelawati Permana mengimbau masyarakat untuk menukarkan uang di tempat penukaran resmi. Selain itu, masyarakat diharapkan bisa membiasakan bertransaksi menggunakan instrumen nontunai.

    "Uang elektronik juga bisa menjadi pemberian hadiah Lebaran," tambahnya. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT