• Transaksi Shopee Meroket 500%

    Oleh : Doni Ramdhani04 Juli 2018 19:45
    fotografer: Syamsuddin Nasution
    INILAH, Bandung - Ramadan merupakan masa panen bagi industri ritel. Tak hanya ritel konvensional, transaksi perdagangan online pada masa itu merupakan peak season.

    Ini yang diakui pelaku platform e-commerce. Direktur Shopee Indonesia Handika Jahja mengatakan, pada momen itu kenaikan jumlah transaksi terbilang signifikan.

    "Dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu, pada Ramadan ini transaksi tumbuh 500%," kata Handika saat Festival Wirausaha Muda 2018 di Pusdai Jabar, Rabu (4/7).

    Menurutnya, transaksi sempat menyentuh 1,5 juta pesanan selama dua hari pada Ramadan kemarin.

    Sebagai marketplace, dia mengaku pihaknya memberikan keberpihakan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM). Pasalnya, sekitar 70-80% produk yang ditawarkan itu merupakan bisnis UMKM. Artinya, mayoritas produk yang diperjualbelikan itu bukan produk massal.

    Saat ini, jumlah wirausaha yang berhasil dijaring terhitung sebanyak dua juta wirausaha. Angka ini akan terus ditingkatkan seiring dengan kerjasama yang dijalin bersama pemerintah pusat dan daerah.

    "Kita terus menggelar acara sharing knowledge dengan pelaku UMKM. Bukan cuma Kememperin, Kemenkop dan pemprov saja. Kita menggandeng lembaga koperasi untuk menggaet UMKM lebih banyak lagi," tuturnya.

    Handika menjelaskan, selain Ramadan ada masa puncak lainnya yang terjadi setiap tahun. Biasanya, transaksi akan meningkat di beberapa bulan akhir tahun. Untuk itu, pihaknya akan menggelar strategi promosi besar-besaran.

    Disinggung mengenai strategi pada low season seperti saat ini, dia menyebutkan bagian dari Sea Company ini akan terus mengajak masyarakat untuk berbelanja. Pada pertengahan tahun, jumlah transaksi tersebut terlihat kembali menanjak.

    Mengenai keterlibatan Shopee dalam pengembangan wirausaha lokal Jabar, pihaknya akan memberikan sejumlah pelatihan dan pendampingan terkait pengembangan bisnis online. Untuk itu, Shopee menandatanganj nota kesepahaman dengan Pemprov Jabar yang menginisiasi penciptaan 100.000 wirausaha baru.

    "Kita berkomitmen untuk berkontribusi memajukan wirausaha dan UMKM Indonesia. Lebih dari 70% mitra kita merupakan wirausaha dan pelaku UMKM. Mereka adalah tulang punggung perekonomian Indonesia," jelas Handika.

    Sementara itu, Sekda Jabar Iwa Karniwa menyambut baik komitmen tersebut. Setidaknya, keberpihakan itu mendukung program penciptaan wirausaha muda di Jabar.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT