• Headline

    Wanita Garut Berhati-hatilah Memilih Calon Suami!

    Oleh : Nul Zainul Mukhtar05 Desember 2017 15:31
    INILAH, Garut- Salah satu cara paling efektif mencegah penularan HIV/AIDS yakni dengan membiasakan hidup sehat, serta menjauhi perilaku seks bebas, dan penggunaan narkoba.

    Juga sangat penting menanamkan komitmen setiap individu untuk menghindari apapun yang bisa mengakibatkan terjadinya penularan penyakit disebabkan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu.

    Hal tersebut mengemuka pada Seminar Peringatan Hari AIDS sedunia tingkat Kabupaten Garut bertajuk "Cegah HIV/AIDS dengan Menghindari Seks Bebas dan Narkoba" di Gedung Islamic Center Garut Jalan Pramuka Garut Kota, Selasa (5/12/17).

    Dinas mencatat, kasus HIV/AIDS di Garut merupakan fenomena gunung es. Terlihat di permukaan kecil, padahal di bawahnya besar. Sehingga tak heran jika temuan kasusnya cenderung meningkat dari tahun ke tahun dengan sebaran mencapai 32 dari 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut.

    Selama rentang Januari-Oktober 2017 saja, dari sebanyak 8.440 orang menjalani screening ditemukan sebanyak 59 orang di antaranya dinyatakan positif HIV, dan 8 orang di antaranya positif AIDS.

    Menurut Wabup Garut Helmi Budiman, sedikitnya ada lima cara pencegahan penularan HIV/AIDS dikenal dengan Langkah ABCD. Yakni Abstinence yaitu tidak melakukan hubungan seks bagi mereka yang belum menikah.

    Lalu, Be fatithful yaitu saling setia pada satu pasangan yang tidak terinfeksi HIV. Kemudian C, Condom, yakni menggunakan kondom setiap kali berhubungan dengan yang berisiko tinggi.

    "Penggunaan kondom ini tidak dianjurkan bagi yang belum menikah. Bagi yang belum menikah lebih baik abstinence, tidak berhubungan seks. Bagi suami istri dianjurkan menggunakan kondom bila salah satu pasangannya terindikasi terinfeksi," ingat Helmi yang juga Ketua Komisi Penanggulagan AIDS (KPA) Garut itu.

    Langkah pencegahan lainnya, lanjut Helmi, yakni langkah D kepanjangan dari Dont Inject yaitu menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian dan tidak steril. Terakhir langkah E atau save Equipment, yaitu menghindari penggunaan segala macam alat atau bahan tidak steril.

    "Dari semua langkah pencegahan ini, yang paling pokok yaitu komitmen menghindari apapun yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit HIV/AIDS !" ingatnya.

    Senada dikemukakan pegiat KPA Garut Sakinah Gina. Dia menyebutkan, kasus HIV perlu diketahui semua pihak, dan jangan malah dijauhi. Hal itu penting untuk bisa dilakukan penanggulangannya secara tepat dan cepat.

    Diingatkannya, para calon ibu rumah tangga agar berhati-hati memilih calon suami agar terhindar dari kemungkinan mendapatkan calon suami yang berisiko tinggi terinfeksi HIV. Terlebih fakta menunjukkan, salah satu cara penularan HIV dominan di Garut saat ini melalui penyimpangan perilaku seks bebas Laki Seks Laki (LSL).

    Dari sebanyak 59 kasus HIV temuan baru di Garut selama Januari-Oktober 2017, sebanyak 27 orang di antaranya terinfeksi HIV akibat LSL. Mereka yang terinfeksi HIV/AIDS tersebut didominasi usia produktif berkisar 25-49 tahun.

    "Hati-hati pilih calon suami! Bisa jadi mereka menikah biasa, tapi sebetulnya untuk menutupi status saja," ingat Gina di hadapan sekitar 250 peserta didominasi para mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi di Garut.

    Gina yang juga pegiat TB-Care Aisyiyah Garut itu menyebutkan, bagi umat Islam, pencegahan penyakit HIV/AIDS khususnya berkaitan perilaku seks bebas sebenarnya sudah diingatkan Alloh SWT dalam Al Quran, seperti tercantum dalam surat Al Mukminun ayat 5 s.d. 7.

    "Dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas,".

    Ditambahkannya, populasi LSL di Kabupaten Garut sendiri saat ini terbilang banyak, mencapai sekitar 10.000 orang.

    Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Badan Narkotika Nasional (BNN) Garut Adi Rustawa mengingatkan terutama generasi muda agar jangan sekali-kali mencoba menyalahgunakan pemakaian narkoba.

    Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu pintu gerbang penularan HIV, khususnya para pemakai narkoba menggunakan jarum suntik.

    Dari sebanyak 524 kasus HIV/AIDS di Garut hingga 2016, sebanyak 190 kasus di antaranya tertular melalui penggunaan jarum suntik pemakai narkoba. Disusul pasangan risiko tinggi perempuan 95 kasus, risiko tinggi laki-laki 76 kasus, LSL 49 kasus, dan waria 20 kasus. [ito]