• Pekerja Pabrik Gula Protes PHK

    Oleh : erika12 Januari 2018 18:44
    INILAH, Cirebon- Sedikitnya 200 pekerja kontrak waktu tertentu (PKWT) PT Pabrik Gula Sindanglaut, Cirebon, di-PHK. Para pekerja mengklaim, PHK berlaku sepihak.

    Jumat (12/1), puluhan orang yang mewakili 200 PKWT yang di-PHK menggelar unjuk rasa ke kantor PT PG Rajawali II di Jalan Wahidin, Kota Cirebon. Selain berorasi, massa juga membakar ban bekas.

    Dalam orasinya, pengunjukrasa menuntut kembali dipekerjakan tanpa melalui tes. Selain minta dipekerjakan kembali, massa juga mempertanyakan status kontrak yang tak jelas, hingga berdampak pada hak-hak karyawan, seperti tunjangan kesehatan dan lainnya.

    Salah seorang pengunjukrasa, Dodi mengungkapkan, selama puluhan tahun dirinya bekerja, perusahaan tidak memenuhi kewajiban sebagaimana tertuang dalam Undang Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan, mulai dari kesehatan hingga jaminan keselamatan kerja. Mereka menilai, perusahaan kurang bertanggung jawab atas kondisi pekerjanya.

    “Ada pekerja yang sudah lama bekerja dan pernah mengalami kecelakaan hingga lumpuh, tak bisa bekerja lagi. Tapi perusahaan hanya mengucapkan terima kasih," ungkapnya.

    Sementara itu, Board of Directors Support PT PG Rajawali II Ahmad Sukri Sejati yang dikonfirmasi mengungkapkan, pekerja sebenarnya bukan di-PHK. Mereka hanya dirumahkan sementara karena akan dilakukan penataan ulang pekerja.

    “Kebetulan kontrak kerja PKWT juga berakhir pada 31 Desember 2017," terangnya.

    Semula, lanjutnya, dalam upaya penataan ulang akan dilakukan melalui outsourcing. Namun, dengan adanya tuntutan PKWT, akhirnya rencana itu dibatalkan sehingga tuntutan PKWT untuk dipekerjakan lagi sudah diakomodir.

    "Pekerja akan mulai dipekerjakan lagi Februari nanti," ujarnya.

    Sebenarnya, lanjut dia, pihaknya akan menyeleksi dan melakukan tes terhadap PKWT di PG Sindanglaut. Namun, agenda itu terpaksa dibatalkan setelah adanya demo. Terlebih, perusahaan telah memutuskan untuk memperpanjang kontrak pekerja.

    Menurutnya, kontrak PKWT dilakukan setiap tahun. Khusus 2018 ini, kontrak PKWT diperpanjang. Untuk 2019, pihaknya belum memutuskan langkah apa yang diambil.

    Namun, untuk tenaga security, pihaknya akan memanfaatkan tenaga outsourcing. Dia beralasan, tenaga security membutuhkan keterlibatan perusahaan lain yang berkompeten dalam hal ini, guna meningkatkan profesionalisme tenaga security.

    TAG :


    Berita TERKAIT