• Tragis, Dua Bocah Tenggelam Terseret Arus

    Oleh : redaksi22 Januari 2018 10:02
    INILAH, Bandung - Dua anak yang sedang berenang terseret arus Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu, akibatnya satu orang meninggal dunia, dan satu orang pingsan setelah terseret beberapa meter.

    Kepala Seksi Penyelamatan non-Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran, Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, mengatakan korban teridentifikasi Galang dan Ardi (11) yang berenang tidak jauh dari rumahnya Kampung Jangkurang, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota.

    "Informasi awal yang kita terima ada dua orang anak yang hanyut yaitu bernama Galang dan Ardi," katanya.

    Ia menuturkan, korban berenang di sungai sekitar pukul 11.30 WIB bersama sejumlah anak lainnya, kemudian tanpa diduga arus sungai deras dan menghanyutkan dua anak tersebut.

    Menurut dia, kondisi arus sungai di lokasi kejadian sedang deras dan dalam, sehingga mengancam keselamatan manusia yang berada di kawasan tersebut.

    "Saat keduanya renang, memang kondisi air di Sungai Cimanuk sedang lumayan deras, dan ketinggiannya cukup dalam," katanya.

    Ia menyampaikan, tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan sejumlah petugas terkait bersama masyarakat langsung melakukan pencarian korban dengan menyusuri sungai.

    Seorang korban, Galang, kata Tubagus, berhasil ditemukan dalam kondisi pingsan karena terlalu banyak meminum air dan sempat terseret sejauh 50 meter.

    "Korban atas nama Ardi berhasil ditemukan oleh regu penyelamat dalam kondisi sudah meninggal dunia. Kemungkinan Ardi terbawa ke dalam arus air sehingga banyak meminum air dan kehabisan nafas," katanya.

    Tubagus mengimbau masyarakat yang berada di sekitar sungai untuk sementara tidak beraktivitas di sungai karena kondisi sungai sedang deras dan mengancam keselamatan manusia.

    Masyarakat, lanjut dia, agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan saling mengawasi dan memberitahukan kepada warga lainnya agar tidak menjadi korban akibat terbawa arus Sungai Cimanuk.

    "Musibah itu tidak bisa diprediksi, tapi setidaknya semuanya bisa mewaspadai dengan melakukan hal-hal yang bisa dilakukan, semoga dengan adanya kejadian ini menjadi pengingat kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua agar menjaga anaknya," katanya.

    TAG :


    Berita TERKAIT