• Headline

    Dua Warga Kota Cirebon Jadi Korban Bom Surabaya

    Oleh : erika16 Mei 2018 18:30
    fotografer: Antara
    INILAH, Cirebon - Dua warga Kota Cirebon menjadi korban ledakan bom tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Kedua korban masing-masing Fransisca Eddy Handoko, warga RW 04 Pekalangan Utara, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, dan Legita Liem (Liem Gwat Nie), warga Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

    Saat ini, salah satu jenazah, Fransisca, diketahui telah disemayamkan di Cirebon, setelah sebelumnya diterbangkan dari Surabaya melalui Semarang, Jawa Tengah.

    Fransisca sendiri dikenal sebagai pengusaha batik yang memiliki galeri Omah Batik di Cirebon. Berdasarkan informasi, Fransisca dan Legita bersama seorang teman lainnya, bertolak ke Surabaya pada Rabu (9/5) untuk mengikuti pameran.

    Baik Fransisca dan Legita tewas ketika bom meledak di Gereja Santa Maria, Surabaya, yang tak berjauhan dengan lokasi pameran. Sedianya, kedua korban hendak beribadah pada Minggu (13/5) di gereja tersebut, sedangkan seorang lainnya selamat karena tak bersama Fransisca dan Legita saat kejadian berlangsung.

    "Pada Minggu pagi itu, keluarga sudah hilang kontak. Tiba-tiba dapat kabar Sisca (Fransisca) dan Legita jadi korban ledakan bom di Surabaya," ungkap seorang kerabat, Shirle Gunawan.

    Jenazah Fransisca sendiri telah disemayamkan di rumah duka di Kota Cirebon pada Selasa (15/5) malam dan akan dikebumikan pada Kamis (17/5). Baik pihak keluarga maupun karyawan korban, mengaku kehilangan sosok yang baik dan hangat.

    Salah satu dari tiga anak Fransisca, Melissa Saraswati mengaku, tak menyimpan kemarahan atau dendam atas kepergian sang ibu ke pangkuan Tuhan akibat ledakan bom. Dia pun meminta maaf atas kesalahan sang ibu sepanjang hidupnya dan berucap doa untuk ketenangan Fransisca.

    "Saya tidak dendam. Saya minta maaf untuk semua kesalahan mama dan minta doanya saja supaya mama tenang di sana," ungkapnya menahan tangis.

    Melissa tak menyangka sang ibu pergi dengan cara seperti itu. Fransisca pun dianggapnya sebagai penerang dan ketiadaannya dinilai Melissa telah meredupkan hidupnya.

    Menurutnya, pasca kejadian, tak ada yang lebih diinginkan pihak keluarga selain kedamaian. "Kami cuma ingin damai," tegasnya.

    Sementara itu, salah seorang karyawan Fransica dari Omah Batik Cirebon, Feni Fitria Sugiarti mengenal sosok Fransisca sebagai pimpinan yang baik. Seingatnya, Fransisca tak pernah memperlakukan karyawan berbeda, terlepas dari agama dan suku.

    "Salah seorang teman saya yang bekerja pada suaminya (suami Fransisca) kalau ramadhan malah suka bikin kolak untuk buka puasa," tuturnya.

    Feni pun mengaku kehilangan sosok Fransisca yang dikenalnya sebagai pimpinan tiada dua. Dia tak menyangka Fransisca pergi secepat itu dan bersedih karenanya. Kontak terakhirnya dengan Fransisca sendiri terjadi sepekan lalu.

    Feni mengaku, sempat diajak Fransisca ke Surabaya. Namun dia tak jadi berangkat setelah tak ada konfirmasi lanjutan dari sang pimpinan. Hanya, rencananya, Feni akan mengikuti pameran yang sama pada akhir pekan ini.

    "Tapi setelah ini (tewasnya Fransisca), saya tidak tahu jadi tidak pamerannya," ujarnya. [gin]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT