• Pengemis Musiman Serbu Pusat Kota Garut

    Oleh : Nul Zainul Mukhtar23 Mei 2018 23:01
    fotografer: Nul Zainul Mukhtar
    INILAH, Garut - Sepekan memasuki Ramadan, jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) seperti pengemis, pengamen, dan anak jalanan menyerbu kawasan pusat Kota Garut, atau Pengkolan terus meningkat.

    Diduga, mereka bukan hanya warga Garut melainkan banyak pula yang datang dari luar Garut. Antaran lain dari Bandung, Sumedang, dan kabupaten/kota terdekat.

    Parahnya, mereka membawa serta sanak keluarganya.

    Mereka terpantau mulai menyerbu kawasan perkotaan Garut sejak sepekan sebelum masuk Ramadan.

    "Kalau jumlah dan identitas jelasnya, saya juga kurang tahu. Hanya yang saya lihat, para pengemis, gelandangan, dan anak jalanan di Pengkolan ini meningkat. Banyak wajah baru yang saya lihat. Bahkan ada yang dari Sumedang, Tasikmalaya, dan lainnya," kata Tubagus Asraf (54) warga Garut Kota, Rabu (23/5/18).

    Warga Garut Kota sendiri terutama pemilik pertokoan berharap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dapat segera melakukan penertiban kawasan Pengkolan yang kini mulai tak karuan.

    "Memang setiap Ramadan, kondisi Pengkolan semrawut. Selain meningkatnya pengemis musiman, juga bertambahnya PKL musiman, dan tak tertibnya parkir kendaraan. Kalau dibiarkan pasti bahaya. Makanya saya meminta Satpol PP menertibkan kawasan Pengkolan ini demi keamanan dan kenyamanan," ujar salah seorang pemilik toko di Pengkolan.

    Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial, dan Korban Napsa pada Dinas Sosial Kabupaten Garut Mamat Rahmat mengatakan, jumlah PMKS di Garut selalu meningkat setiap Ramadan. Namun jumlahnya tidak terdata secara lengkap.

    "Terahir pendataan itu pada tahun 2008 silam. Jumlah pengemis di Garut sekitar 200-an. Kalau sekarang pasti meningkat beberapa kali lipat,"ujarnya.

    Dia menyebutkan, penanganan bagi pengemis, WTS, dan lainnya tak maksimal karena terbatasnya anggaran.[jek]



    TAG :


    Berita TERKAIT