• BIJB Tak Berangkatkan Calon Jamaah Haji Asal Kabupaten Cirebon

    Oleh : erika12 Juli 2018 16:06
    INILAH, Cirebon- Sedikitnya 2.411 jemaah haji asal Kabupaten Cirebon dipastikan tidak akan berangkat melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kabupaten Majalengka.

    Ribuan jemaah haji ini diagendakan tetap berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta. Pelepasan haji gelombang pertama di Kabupaten Cirebon sendiri direncanakan 20 Juli mendatang.

    Kepala Seksi Urusan Haji pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon, Muslim Mukhlas menyebutkan, hanya tiga kloter jamaah haji yang akan berangkat melalui BIJB. Ketiganya masing-masing kloter 1, 76, dan 96, di mana seluruhnya bukanlah merupakan kloter dari Kabupaten Cirebon.

    "Tiga kloter yang akan berangkat melalui BIJB itu baru uji coba. Kabupaten Cirebon tak mendapat porsi di BIJB untuk melakukan uji coba tersebut, sehingga berangkat tetap dari Bandara Soetta," jelasnya.

    Ke-2.411 jemaah haji asal Kabupaten Cirebon yang akan berangkat ke Tanah Suci dibagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama terdiri dari tiga kloter yaitu kloter 15, 17, dan 38, akan berangkat pada 20 Juli.

    Sementara gelombang kedua yang terdiri dari empat kloter yaitu kloter 51, 63, 65, dan 92 akan berangkat pada awal Agustus mendatang. Untuk kloter 51 dan 92 direncanakan merupakan jemaah haji gabungan dari daerah lain, yaitu dari Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang.

    "Persiapan sudah dilakukan, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Nanti setelah dilepas pada 20 Juli, rombongan jemaah akan berangkat melalui tol Cipali menuju embarkasi Bekasi," ujarnya.

    Sementara itu, pada H-10 pemberangkatan haji, Kemenag Kabupaten Cirebon belum menyiapkan titik pemberangkatan. Biasanya, setiap tahun titik pemberangkatan dilakukan di Asrama Haji Watubelah, Kabupaten Cirebon. Namun, mengingat saat ini di sekitar lokasi tengah dilakukan pembangunan kampus sementara Institut Teknologi Bandung (ITB), dikhawatirkan akan mengganggu suasana pemberangkatan.

    Pihaknya hingga kini masih mencari alternatif lokasi pemberangkatan, melalui pembahasan bersama instansi terkait lain seperti Pemkab Cirebon, Polres Cirebon, serta pihak lain. Selain lokasi yang luas, titik pemberangkatan haji haruslah memiliki akses parkir yang mudah, luas, serta memiliki tempat untuk peristirahatan calon haji.

    Dia mengatakan, sebenarnya ada beberapa alternatif, misalnya di Markas Kodim Sumber, Kabupaten Cirebon. Hanya, di lokasi itu tidak ada tempat peristirahan bagi calon haji.

    "Mungkin nanti akan dibuatkan tenda atau barak-barak bagi calon jamaah haji," cetusnya.

    Terkait visa, menurut Muslim, bagi calon haji yang akan berangkat pada gelombang pertama seluruhnya sudah rampung. Namun, untuk calon haji yang berangkat pada gelombang kedua belum satu pun visa yang turun dan diyakinkannya tengah dalam proses. Dia memastikan visa akan turun secepatnya.

    "Untuk tahun ini, saya juga pastikan proses turunnya visa tak akan sama dengan tahun lalu, di mana sempat ada kemunduran waktu sehingga ada calon haji yang jadwal keberangkatannya pun diundur. Untuk visa, bisa dilihat secara online dan semuanya terpantau," tambahnya.

    Sementara itu, pada keberangkatan haji di tahun ini, calon haji yang berusia termuda adalah 17 tahun dan yang tertua 90 tahun. Tim pemandu haji pun ditambah dari yang biasanya berjumlah empat orang menjadi delapan orang.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT