• Headline

    Pilkada Kab Cirebon Gaduh, Kantor KPU dan Panwaslu Dijaga

    Oleh : erika17 Juli 2018 17:36
    INILAH, Cirebon- Aparat Polres Cirebon bersiaga menjaga kantor penyelenggara pemilu di Kabupaten Cirebon.

    Sejumlah orang yang mengaku tak puas dengan kinerja KPU dan Panwaslu melakukan unjuk rasa yang sempat diwarnai aksi anarkis.

    Massa yang menyebut diri Aliansi Masyarakat Peduli Pemilu Bersih sejak Senin (16/7) hingga Selasa (17/7) menuntut sejumlah hal kepada KPU dan Panwaslu terkait hasil Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Cirebon.

    Mereka salah satunya menolak pilkada karena dinilai mengandung unsur kecurangan hingga politik uang.

    KPU ataupun Panwaslu didesak mengusut tuntas keterlibatan camat dan kepala desa dalam pilkada. Selain itu, massa meminta pengusutan terhadap KPU perihal surat suara hilang di Desa Danamulya, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

    Massa sempat meminta bertemu ketua KPU maupun ketua panwaslu. Upaya mempertemukan sepuluh orang sebagai perwakilan massa dengan otoritas penyelenggara pemilu melalui pengawalan aparat kepolisian, ditolak massa.

    Mereka menghendaki pertemuan dihadiri 20 orang perwakilan. Namun, keinginan massa tak bisa dipenuhi hingga akhirnya mereka membubarkan diri.

    Aksi massa memicu penjagaan lebih ketat di kantor KPU maupun panwaslu. Pagar kawat berduri bahkan dipasang di depan kantor KPU untuk mencegah hal tak diinginkan.

    Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto menegaskan, kantor penyelenggara pemilu tak boleh diganggu siapapun. Terlebih pada Selasa (17/7), KPU tengah menerima pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

    "Mereka (massa) memaksa masuk. Kami jaga situasi supaya pendaftaran bacaleg tak terganggu," katanya.

    Hari itu, Polres Cirebon sendiri menerima laporan dari Sekretriat Panwaslu Kabupaten Cirebon terkait unjuk rasa massa pada Senin (16/7).

    Ketika itu, massa yang sama mendatangi kantor Panwaslu dan hendak bertemu ketua panwaslu, namun gagal.

    Gagal bertemu ketua panwaslu diduga memicu kekesalan massa hingga membuat mereka mengacak-acak isi kantor. Namun, Suhermanto meyakinkan, berdasar hasil penyelidikan ke lokasi, tidak ditemukan adanya kerusakan di kantor panwaslu.

    "Kami masih memrosesnya, akan kami ambil data dari rekaman CCTV, saksi, dan lain-lain," janjinya.

    Kepala Sekretariat Panwaslu Kabupaten Cirebon, Ayip Saduloh menyatakan, tindakan massa yang dinilai cukup anarkis itu mencemaskan para pegawai panwaslu.

    "Massa melakukan tindakan di luar kendali dan itu menimbulkan kekhawatiran kami," kata Ayip di sela pelaporannya di Mapolres Cirebon, Selasa (17/7).


    TAG :


    Berita TERKAIT