• Headline

    Sutradara Film Dilan Kini Garap Film Soal Mahasiswa

    Oleh : Doni Ramdhani11 Mei 2018 09:25
    INILAH, Bandung - Menyusul sukses film "Dilan 1990", kini Pidi Baiq menggarap film lainnya. Terinspirasi dari kisah nyata kehidupan kampus era 95-98, Pidi akan membuat film "Koboy Kampus: Understanding The Panasdalam."

    Film ini intinya menyuguhkan kehidupan mahasiswa seni rupa ITB yang terjadi pada era 1995 hingga dimulainya era reformasi pada 1998. Sepanjang film akan dibalut dengan sajian humor segar.

    "Film ini didukung profesional perfilman dari Bianglala Production, 69 Production dan The Panasdalam Movie diharapkan dapat memeriahkan industri perfilman yang sekarang semakin semarak," kata Pidi saat syukuran dan jumpa wartawan, Rabu (9/5/2018) malam.

    Produser dari Bianglala Production Sekar Ayu Asmara mengatakan, dalam film ini keterlibatan Pidi relatif besar. Pasalnya, selain mengisahkan kehidupannya di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, dia pun didapuk menjadi sutradara yang mengontrol laju alur film berjalan.

    FIlm ini mengisahkan cerita nyata pada masa pemerintahan Orde Baru. Saat itu, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto digoyang adanya gerakan mahasiswa yang menuntut terjadinya reformasi.

    Pada saat yang sama, dikisahkan lima mahasiswa yang memiliki cara lain di dalam menyikapi situasi dan keadaan Indonesia masa itu.

    Ketimbang ikut-ikutan demo, mereka memilih memisahkan diri dari NKRI dan mendirikan sebuah negara sendiri berukuran 8x10 m2 di lantai dua gedung Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.

    Negara itu diberi nama Negara Kesatuan Republik The Panasdalam. Penduduknya terhitung sebanyak 18 orang yang tak lain kawan-kawan mereka sendiri.

    "Sampai saat ini, kita terus melakukan casting tokoh yang lumayan alot. Rencananya, film ini mulai diproduksi pada 25 Juli nanti dan mengambil Bandung sebagai lokasi syuting," ujar Sekar.

    Disinggung mengenai target penonton yang ingin diraih, dia mengharapkan jumlah sebanyak-banyaknya. Terpenting, film ini bisa memuaskan penikmat film nasional.

    "Dan satu lagi, kita ingin lagu-lagu The Panasdalam ini bisa didengarkan lebih luas. Tidak seperti sekarang yang hanya terlalu sempit dan didengarkan terbatas," tambahnya.

    Singkat cerita, pada 1998 Soeharto lengser dari kekuasaannya selama 32 tahun. Muktamar digelar untuk menentukan apakah setelah Soeharto turun tahta itu The Panasdalam tetap akan menjadi negara atau bergabung lagi dengan NKRI.

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT