• Perjalanan Panjang Rahmad Hidayat Berkostum Persib

    Oleh : Rianto Nurdiansyah30 Januari 2016 01:38
    INILAH, Bandung - Bobotoh pasti ingin tahu perjalanan Rahmad Hidayat sampai berkostum Persib Bandung. Memuai karier bersama Akademi Medan United, dia menjelma menjadi gelandang tangguh.

    Rahmad adalah salah satu mantan penggawa Persipasi Bandung Raya (PBR) yang merapat ke skuat Maung Bandung. Pemain kelahiran Medan, 10 Maret 1991 ini, sudah diincar Maung Bandung semasa masih ditukangi Djadjang Nurdjaman, menjelang musim 2015. Hanya saja, pemain berposisi gelandang ini, terlanjur diikat mantan timnya.

    Rahmad memulai kariernya dengan membina ilmu di SSB Putra Muda di Medan, selanjutnya, Rahmad pindah ke Akademi Medan United. Akhirnya putra sulung Fahrizal dan Hawa ini direkrut Produta dari Yogyakarta lantas Produta Medan.

    "Saya cukup lama di Produta dari tahun 2011-2014. Sempat main di Medan Chiefs tahun 2011 sebelum ke Produta," tutur Rahmad di Lapangan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jumat (29/1).

    Cemerlangnya permainan Rahmad di Produta, membuat Pelatih Dejan Antonic kepicut dan membawanya ke PBR. Saat ini pun, Rahmad memperkuat Persib boleh dibilang berkat andil Dejan. "Kalau timnas, saya sempat memperkuat Tim Nasional U-21 dan Tim Nasional U-15," sahutnya.

    Sebenarnya, tak ada satupun keluarganya yang bermain sepak bola. Kendati demikian, dia merasa peran keluarga sangat memotivasinya untuk menjadi pemain profesional. Khususnya sang Ayah yang memang mendukung penuh Rahmad untuk menjadi pemain hebat.

    Dia mengenang, sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), sering diajak lari oleh ayahnya selepas salat Subuh. Setelah itu, dia langsung sekolah, dilanjut latihan di SSB sore harinya.
    "Ayah saya kasih motivasi bagus. Harus lari setiap hari. Saya merasa lelah sih, tapi saya suka dan hobi sepak bola. Jadi saya lupakan lelah itu," katanya.

    Rahmad mengakui, dari kecil memang sudah menggemari olahraga si kulit bundar. Dia pun tak menampik sempat keteteran mengejar pelajaran di sekolah. "Saya sejak kecil bercita-cita jadi pesepakbola, karena saya kurang pintar di sekolah. Saya mencoba fokus dalam salah satu bidang. Saya pilih mendalami sepakbola," ungkap dia.

    Baru berusia 24 tahun sudah memperkuat Persib, tak menjadi beban untuk berkompetisi masuk kerangka tim inti. Justru Rahmad termotivasi menunjukkan permainan terbaiknya. "Dulu memang sudah punya tekad masuk tim besar dan saya bersyukur tercapai. Tapi, kalau pengganti Makan Konate, saya merasa berat sekali, dia pemain bagus, tapi bisa jadi motivasi," paparnya.

    Rahmad ingin memberikan kontribusi maksimal untuk tim kebangaan bobotoh ini. Apalagi Persib merupakan juara bertahan di kompetisi kasta tertinggi. Karena itu, dia merasa kudu kerja keras dalam latihan maupun pertangan.

    "Persib tim juara, tim besar, penonton luar biasa, jadi aku harus kasih yang terbaik untuk bobotoh Persib," tekad Rahmad.

    Selain itu, Rahmad juga ingin menjawab kepercayaan pelatih Dejan dengan menunjukkan permainan apik. Bagaimana tidak, pelatih asal Serbia tersebut memang berperan besar bagi Rahmad.

    "Waktu di Produta awalnya sama pelatih asing dari Bulgaria, terus Dejan masuk di Produta dan masuk IPL (Indonesia Premier League)," pungkasnya. (ddy)

    TAG :


    Berita TERKAIT