• Headline

    Pesan Sang Ayah Untuk Gian Zola

    Oleh : Rianto Nurdiansyah19 Juni 2017 05:00
    INILAH, Bandung-Nama Gian Zola Nasrulloh kian bersinar di musim ini bersama Persib Bandung. Terlebih regulasi di Liga 1 2017 mengharuskan memasang tiga pemain muda minimal selama 45 menit.

    Di Maung Bandung, Zola salah satu pilihan utama untuk melengkapi aturan pemain muda itu. Tak ayal, pemain jebolan Persib U-21 ini pun dilirik tim nasional Indonesia asuhan Luis Milla.

    Bersama timnas, Zola dipercaya tampil dalam beberapa partai ujicoba. Dia sukses mencatatkan satu gol internasional, saat tim Garuda mengalahkan Kamboja dengan skor 2-0 beberapa waktu lalu.

    Pamor pemain kelahiran 5 Agustus 1998 ini pun kian berkilau. Lantas seperti apa pesan sang Ayah, Budi Nugraha untuk Zola yang prestasinya sedang melejit?

    "Buat Zola, jangan cepat puas diri dan tetaplah menjadi zola yang rendah hati," ujar Budi.

    Budi memang tahu betul perkembangan Zola dari masa ke masa. Sebagai orang tua yang memang sangat menggemari sepak bola, Budi menilai kian hari Zola semakin berkembang.

    "Sangat bersyukur melihat perkembangan Zola dari pertandingan kepertandingan," kata eks pemain Persikab Kabupaten Bandung ini.

    Beberapa prestasi telah diraih sang anak, seperti pemain terbaik Asia Pasifik dalam turnamen Manchester United Premier Cup (MUPC) 2013 di Trafford Training Centre, Carrington, Manchester, Inggris. Budi sangat paham, sejak kecil Zola memang sudah tampak ulet. Khususnya demi mengejar karir sebagai pemain sepak bola profesional.

    "Mungkin ini karena kemauan yang kuat dan kerja keras dari Zola sendiri. Zola ingin main tidak bukan karena harus ada regulasi pemain muda saja," paparnya.

    Budi memang menggilai sepak bola. Nama Zola pun diambil Gianfranco Zola legenda Chelsea FC dan Timnas Italia, yang pada tahun 1998 sedang berada di masa kejayaannya.

    Sebagai Ayah, dia salut dengan kerja keras sang anak untuk mengejar cita-citanya. Bahkan, Budi sampaikan, tak jarang Zola menambah porsi latihan sendiri di luar latihan bersama SSB.

    "Dia tidak hanya mengandalkan latihan di SSB UNI dan Sawco seminggu 3 kali, tapi Zola rajin latihan tambahan di rumah selama tidak latihan di SSB itu," katanya.

    Sejak Zola kecil, Budi merasa, memang sudah menujukan memiliki minat kepada sepak bola. Bahkan bakatnya juga semakin tampak seiring Zola bertambah usia.

    Namun dia selalu mewanti-wanti anaknya ini agar jangan cepat puas dengan performa yang dimiliki. Sebab, kata dia, jika hanya mengandalkan bakat saja tidak akan bisa mendapat hasil yang maksimal. Kerja keras adalah kunci yang bisa menopang prestasi sang anak.

    "Yang punya bakat akan kalah dengan kemauan dan kerja keras, itu yang saya sampaikan ke Zola. Dan Zola orang-nya disiplin dan tanggung jawab," pungkas Budi. [jek]



meikarta.. the world of ours