• Headline

    Waktu Mepet, Skuad Persib Diminta Jaga Fisik Saat Libur Lebaran

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri19 Juni 2017 19:33
    INILAH, Bandung - Usai menjalani lawatan ke markas Barito Putera, pelatih Djadjang Nurdjaman langsung meliburkan skuat Persib. Sehubungan dengan hari raya idul fitri ini, dia memberi jatah libur selama sepuluh hari.

    Djanur, hematnya, mengaku tak punya banyak waktu untuk menyiapkan skuat Maung Bandung jelang partai berikutnya, menjamu PSM Makassar setelah lebaran nanti.‎ Dia juga tak bisa memaksakan anak didiknya untuk lebih lama menikmati liburan karena partai ke-13 di Liga 1 2017 itu sudah ditetapkan digelar pada 5 Juli mendatang.

    "Sepuluh hari nanti pasti kita akan libur dan menghadapi pertandingan berikutnya waktunya juga tidak banyak kepotong hari raya," kata Djanur, di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Senin (19/6/2017).

    Sehingga, saat kembali berkumpul usai‎ lebaran nanti skuat Maung Bandung akan langsung digeber latihan. "Lima hari latihan 29 (Juni) kumpul, 30 (Juni) mulai latihan,"‎ imbuhnya.

    Meski memberikan jatah liburan cukup panjang, Djanur juga sudah membekali anak didiknya dengan program latihan yang harus dijalankan sendiri. Hal ini dia lakukan untuk mensiasati agar performa pasukan Maung Bandung tak sampai merosot saat kembali berkumpul nanti.

    "Karena itu dianggap latihan dan saya kasih peer, dan itu dianggap latihan walaupun self training. Karena kita ga mungkin setelah lebaran pulang dari sana kita latihan dulu baru pulang saya pikir tidak efektif jadi saya pikir lebih baik kita kasih peer untuk self training untuk latihan sendiri di rumah," paparnya.

    Djanur menuturkan, segala informasi mengenai libur hari raya idul fitri ini sudah disampaikan olehnya sebelum tim bertolak menuju Banjarmasin. Sebab, arahannya untuk menjalankan program latihan selama liburan berlaku untuk personel Persib, tanpa terkecuali bagi pemain yang sangat minim diturunkan.

    Selain program latihan, memberikan pengarahan soal pentingnya menjaga pola makan dan jenis makanan tertentu yang dianjurkan oleh dokter tim, Raffi Ghani. Terlebih di saat momentum lebaran ini banyak sekali kuliner yang disajikan.

    "Pasti ada, dokter juga memnyiapkan itu dan sudah disampaikan ketika kita terakhir latihan disini karena tidak semua bisa ikut ke Banjarmasin kan. Jadi harus kita umumkan kemarin termasuk soal makanan," jelasnya.

    Saat kembali bergabung akhir Juni nanti, setidaknya Djanur mengharapkan level kebugaran anak didiknya mengalami penurunan tidak lebih dari 30 persen.‎ Sehingga persiapan jelang menghadapi pertandingan bisa banyak mematangkan skema permainan.

    "Saya sudah kasih peer, sudah disampaikan. Saya harap bisa 70 persen‎," pelatih asal Majalengka ini memungkasi. [jek]