• Headline

    Kiper Garang Persib yang Tak Pernah Turun di Siliwangi

    Oleh : Rianto Nurdiansyah13 Februari 2018 06:00
    fotografer: Rianto Nurdiansyah
    INILAH, Bandung-Bobotoh tentu hapal beberapa nama seperti M.Sobur, Samai Setiadi, dan Anwar Sanusi. Ya, merek penjaga gawang Persib Bandung era perserikatan.

    Bobotoh pun harus tahu, Persib pernah punya kiper garang, yang menjadi mimpi buruk pemain depan lawan. Sebutan Preman di bawah mistar disematkan padanya, yakni Agus Atha.

    Agus menjadi bagian Persib era 1980-an. Namun dia ini belum pernah sekalipun tampil di kompetisi. Agus hanya kerap diturunkan dalam turnamen. Seperti pada Turnamen Segitiga yang berlangsung sekitar tahun 1987-1988-an.

    "Saya belum pernah main di Siliwangi. Cuma diturunkan di pertandingan yang berat seperti di Papua dan Surabaya," ujar Agus.

    Ada-ada saja ulahnya, saat pada turnamen itu bertemu tuan rumah Persebaya Surabaya. Dia menilai kepeminpinan wasit berat sebelah. Beberapa kali pemain musuh tertangkap offside namun wasit tak menghentikan pertandingan.

    Akhirnya, dua pemain lawan tumbang, yakni Agus Winarno dan Yusuf Ekodono. Siapa lagi kalau bukan Agus yang menghadangnya.

    "Bahkan Agus Winarno sampai harus dapat oksigen karena sulit bernafas. Beres pertandingab saya diuber sama suporter lawan. Waktu datang ke stadion pake busa yang bagus pulang ke hotel busnya yang jelek," kenangnya.

    Tahun 1981 dia bergabung dengan Persib junior. Tahun berikutnya dia ditukangi pelatih asal Polandia Marek Janota yang banyak menelurkan pemain muda kala itu.

    "Tahub 1983 gabung senior tapi menjadi kiper bayang-bayang. Dulu disebutnya magang. Mulai diturunkan pada turnamen tapi 1986," katanya.

    Siapa tak ingin tampil di Stadion Siliwangi yang kala itu angker bagi tim lawan. Agus pun ingin merasakan tampil dihadapan ribuan bobotoh di kandang sendiri. Namun, hingga dia gantung sepatu kesempatan itu tak kunjung datang.

    "Dulu saya sempat senang ketika Pelatih Indra Thohir datang ke kamar. Dia menanyakan kesiapan saya buat diturunkan dalam laga. Tapi pas hari H, Gatot (Prasetyo) yang diturunkan. Karena katanya saya terlalu tua," kenang dia sambil terkekeh.

    Mantan pelatih kiper Persiba Bantul ini mengenang, memang Indra Thohir pelatih yang sadis pada saat itu. Dia masih ingat, saat Thohir masih menjabat pelatih fisik selalu membarikan menu latihan yang berat.

    "Pak Thohir kalau marah itu pakai bahasa Sunda. Tapi memang zaman dulu pemain itu fisiknya bagus-bagus," pungkasnya.[jek]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT