• Headline

    Dede Yusuf Marketing Persib Bandung

    Oleh : Rianto Nurdiansyah19 Maret 2018 06:36
    INILAH, Bandung-Musim ini Persib Bandung menginjak usia yang ke-85 tahun. Bertepatan itu, genap sudah 10 tahun tim kebanggan bobotoh ini lepas dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung.

    Dede Yusuf Macan punya andil menjadikan Maung Bandung bertranformasi menjadi klub profesional. Mengingat, Persib pernah kelimpungan dengan adanya Permendagri 59/2007. Saat itu, setiap klub yang mentas di kasta tertinggi Indonesia dilarang menggandalkan dana APBD. Konferendasi Sepak Bola Asia (AFC) pun mewajibkan klub profesional memiliki badan hukum selambatnya akhir 2008 lalu.

    Dede yang kala itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat menawarkan diri menjadi 'marketing'. Ya, selayaknya tugas marketing, dia memasarkan Persib kepada sponsor maupun investor.

    "Sebetulnya kalau pengen jujur pada saat Persib tak punya pendanaan saya menawarkan diri sebagai marketing, jadi saya memarketingkan Persib ke beberapa perusahan-perusahaan," ujar Dede.

    Awalnya, Dede mencoba 'memasarkan' Persib kepada beberapa perusahaan yang berada di Jawa Barat, sebut saja Bank Jabar. Namun, gayung tak bersambut lantaran menilai Persib identik dengan kedaerahan.

    "Saya harus mencari cara menjual yang baik," ucapnya.

    Menurut Dede, Persib tidak hanya berbicara soal kedaerahan. Tetapi sudah mewakili nasional, mengingat selalu langganan masuk pada lima besar pada tabel klasemen di kompetisi. Dia mencoba membangun relasi pada sponsor di luar Jawa Barat.

    "Pada saat itu saya datangi sponsor Garuda. Tapi masih berpikir Persib ini (identik) Jawa Barat. Jadi sulit, kalau saya jualannya ke dalam (Jawa Barat) dianggapnya tidak mencakup nasional, kalau saya jual ke luar saya dianggapnya kedaerahan," jelas dia.

    Setelah tiga bulan tak ada sponsor yang menyahut, Dede sampaikan, mengumumkan lewat salah satu surat kabar bahwa Persib menawarkan investor untuk masuk. Sebab, untuk mendapatkan sponsor itu tidak mudah.

    "Saya bicara dengan Pak Zaenuri (Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat) saat itu untuk jual saham," ungkap pria kelahiran Jakarta 14 September 1966 ini.

    Namun sayaratnya Persib harus memiliki badan hukum Perseroan Terbatas (PT). Akhirnya investor pun berdatangan. konsorium dari Jakarta, Glenn Sugita (Direktur Umum Persib) dkk, tertarik pada tawaran Dede untuk menanamkan dana di Maung Bandung. Diketahui, saat itu Glenn menjabat sebagai Co-Founder, Managing Partner dan Anggota Komite Investasi di The Northstar Group.

    "Saya kasih kesempatan kepada beliau-beliau itu untuk menjadikan Persib sebagai PT (Perseroan Terbatas). Sponsor tidak ada yang mau ngasih puluhan miliar. Makanya saya katakan jual saham," papar Dede.

    Nama Dede memang tak tercatat di jajaran kepengurusan PT PBB. Karena tugasnya hanyalah menjadi marketing Persib yang kala itu kelimpungan harus lepas dari APBD. Namun, dia selalu siap bilamana tenaga dan pikirannya dibutuhkan untuk kemajuan tim yang kini tak lagi sekadar kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini.

    "Saya kan orang di belakang layar, sudah tidak duduk di bench lagi, yang penting kalau Persib ada masalaha apa saya siap turu tangan," pungkas Dede yang memang Ketua Komisi IX DPR RI ini.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT