• Headline

    Bobotoh Bicara Soal Sanksi Persib

    Oleh : Rianto Nurdiansyah10 Juli 2018 06:57
    INILAH, Bandung-Serangkaian sanksi dialamatkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Persib Bandung di Liga 1 2018. Itu buntut dari beberapa kejadian pada pertandingan melawan Persija Jakarta, 30 Juni 2018.

    Bobotoh turut mengomentari hal ini. Apa kata mereka?

    Hukuman itu secara spesifik ditujukan kepada pelatih Persib, Roberto Mario Carlos Gomez dan asistennya, Fernando Soler, serta pemain asing, Oh In-kyun.

    Menurut surat bernomor 086/L1/SK/KD-PSSI/VII/2018, tentang Kasus Pelanggaran Disiplin, tertanggal 4 Juli 2018, Gomez terbukti melancarkan protes berlebihan kepada wasit cadangan saat laga tunda pekan keenam kontra Persija Jakarta di Stadion PTIK, Sabtu (30/6/2018). Sedangkan menurut surat keputusan Komdis PSSI bernomor 087/L1/SK/KD-PSSI/VII/2018, tentang Kasus Pelanggaran Disiplin, Soler terbukti melakukan protes secara berlebihan terhadap wasit cadangan pada laga kontra Persija.

    Sementara merujuk kepada Surat Keputusan Komdis PSSI Liga 1 dengan nomor, 088/L1/SK/KD-PSSI/VII/2018, tentang Kasus Pelanggaran Disiplin, In-Kyun terbukti melakukan pemukulan kepada pemain Persija Jakarta, Sandi Sute pada pertemuan kedua tim pekan lalu.

    Ketua Viking Girl, Triana Pudjiastuti menyayangkan adanya sanksi itu. Terlebih dijatuhi komdis beberapa jam menjelang pertandingan kontra PSIS Semarang, Minggu (8/7).

    "Iya sebenarnya klasik ya sering kejadian ke Persib, pada saat banding pernah juga ketika banding malah ditambah," ujar Triana, Senin (9/7).

    Bobotoh karib disapa Ana ini mengaku miris, lantaran bukan tak mungkin sanksi yang diberikan malah mempengaruhi kemajuan sepak bola Indonesia. Dia berharap komdis lebih hati-hati dalam menjatuhi hukuman.

    "Tapi ya kita tetap harus nerima dan mematuhi aturan. Dan untuk komdis nitip saja supaya bisa adil dan objektif di setiap keputusan sanksinya, semoga bisa lebih peka juga terhadap hal-hal yang berdampak besar," paparnya.

    Keputusan-keputusan yang tidak berimbang, menurut dia bisa menyulut suporter yang membela timnya. Dia juga berharap sepak bola domestik kian profesional. Termasuk, mengenai jadwal pertandingan.

    "Harapannya diperbaiki terus, objektif, tepat sasaran dan peka sama hal-hal yang berdampak besar," katanya.

    Sementara itu, Ketua Umum Bobotoh Maung Bandung Sajati (The Bombs) Nevi Efendi berharap sanksi diberikan Komdis ini dijadikan pelajaran. Ke depan jangan lagi ada protes yang berlebihan. Sebab, tim sangat membutuhkan peran pelatih dan asistennya dalam laga.

    "Jangan terlalu berlebihan untuk protesnya karena tim sangat membutuhkan pelatih gomes kalau kena sangsi nanti tim menjadi kacau lagi," ujar Nevi.

    Demikian di saat mendapat hukuman di lapangan, harus disikapi dengan tenang. "Jangan sampai persib ditinggalkan sama pelatih beberapa pertandingan karena sangsi," ucapnya.

    Sedangkan Ketua Umum Bobotoh Taqwa Dede Mustiawan mengatakan akan ada efek positif dan negatif imbas dari sanksi yang diberikan komdis. Namun jika hukuman diberikan dengan adil dan sesuai dengan jenis pelanggaran maka pihaknya sangat setuju.

    "Nantinya ada efek jera buat seluruh pelaku sepakbola Indonesia," ujar Dede.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT