• Headline

    Mario Gomez : Kita Tidak Bisa Melawan 12 Pemain

    Oleh : Yogo Triastopo10 Agustus 2018 20:06
    INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez angkat bicara soal kekalahan 0-1 dari tuan rumah Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong pada Jumat (10/8/2018).

    Rekor mengesankan tujuh laga tanpa kekalahan Maung Bandung pun, akhirnya dijegal tim berjuluk Naga Mekes setelah gol tunggal dicetak Bayu Pradana di menit ke-87 waktu normal.

    “Kita tahu Mitra Kukar adalah tim kuat. Tapi kita tahu, kita tidak bisa bermain melawan 12 pemain dan wasit punya kesempatan itu. Kita tahu, kita punya lawan dan musuh. Sebagian musuh adalah federasi,” kata Mario Gome seusai pertandingan.

    Terkait satu gol yang berhasil membuat dirinya gigit jari, enggan dia komentari. Dia hanya menanyakan soal dua gol yang seharusnya diberikan pengadil lapangan kepada skuatnya.

    Dia pun, ingin menanyakan soal kehadiran wasit yang selama ini memimpin pertandingan timnya di laga tandang. Karena dia tahu, wasit itu tak pernah memimpin di kandang skuat Persib.

    Kondisi ini juga, semakin meyakinkan dirinya bahwa Bojan Malisic Cs tak hanya memiliki lawan sebenarnya (tim). Tetapi, harus siap menghadapi ‘lawan’ lainnya.

    “Saya tidak akan komentar satu skor dari Mitra Kukar, tapi dua penalti yang harusnya kita punya. Tapi saya tahu, kita punya lawan dan musuh, dan kita akan terus fight dan tetap di puncak. Dan pertanyaan saya, kenapa wasit ini tidak pernah bermain di Bandung,” ucapnya.

    Terlepas kekesalannya, Mario Gomez mengaku akan memberikan istirahat kepada sejumlah pemainnya jelang digulirnya laga perdana melawan PSKC Cimahi di Piala Indonesia 2018.

    “Ya, saya akan berikan libur untuk pemain. Tanggal 14 kita jalan ke Tasik dengan beberapa pemain, karena sisanya telah main di banyak pertandingan. Mungkin kita akan bawa beberapa pemain muda dan juga tiga pemain dari U-19. Ini juga untuk federasi,” ujar dia.

    Keberhasilan Naga Mekes memutus rekor tak pernah kalah Persib Bandung di tujuh laga, dikatakan Pelatih Rahmad Darmawan tak lepas dari efektifitas permainan anak asuhnya.

    Bayu Pradana dan kawan-kawan, dinilai dia telah berhasil memaksimalkan ke dua sayapnya untuk bisa menekan dua flank Maung Bandung untuk menembus benteng pertahanan.

    “Karena dua center back Persib luar biasa dalam bola-bola atas, maka kita maksimalkan dua flank kita dan memang satu-satunya cara untuk menembus pertahanan Persib dari dua sektor itu. Tetapi di babak dua kita sedikit kesulitan karena Persib bisa membaca kita,” kata Rahmad.

    Dia mengaku sangat beruntung ketika peluang emas Jonathan Jesus Bauman mengenai mistar gawang. Tetapi di sisi lain, skuatnya bisa memaksimalkan satu kesempatan.

    “Saya kira Persib kurang beruntung karena ada beberapa momen yang bisa bikin gol, tapi diselamatkantiang gawang. Sebaliknya kita beruntung karena satu momen di babak dua bisa kita maskimalkan. Saya apresiasi semua pemain,” ucapnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT