• Headline

    Jabar Juara Sejati

    Oleh : redaksi24 Oktober 2016 05:03
    HARI ini, Senin (24/10), Peparnas 2016 resmi berakhir. Rencananya, Menpora Imam Nahrawi akan menutup event olahraga empat tahunan itu.

    Luar biasa! Dua pekan lebih bertarung di berbagai cabang olahraga, paralimpian Jawa Barat mengukir prestasi. Kontingen tuan rumah meraih Juara Umum Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016. Jabar pun sukses mengawinkan gelar PON-Peparnas.

    Kesuksesan tuan rumah tak hanya itu. Jawa Barat juga memastikan menjadi "Juara Sejati". Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, atlet-atlet Jabar membukukan gelar juara umum pada empat perhelatan olahraga multievent tertinggi tingkat nasional.

    Tiga gelar juara umum lainnya yang diraih Jabar adalah pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2015, Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Popnas) 2016 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016.

    "Berdasarkan perolehan medali emas Kontingen Peparnas Jabar sudak dipastikan menjadi juara umum dan perolehan medali emasnya tak mungkin terkejar peringkat kedua," kata Juru Bicara Peparnas 2016 Jabar, Dani Ramdhan di Bandung, seperti dikutip AntaraSabtu.

    Tagline "Jabar Kahiji" atau Jabar Juara Umum yang diusung Jabar membawa tuah untuk memuncaki empat perhelatan olahraga yang keempatnya digelar di "Tanah Legenda" Jawa Barat.

    Sekretaris Nasional Paralimpik Comitte Indonesia (NPCI) Jawa Barat Suriatna Gumilar mengatakan, Jawa Barat mempersiapkan diri selama dua tahun untuk meraih gelar juara Peparnas XV 2016. Gelar juara umum juga mendapat dukungan dari Pemprov dan masyarakat Jawa Barat.
    "Kita melakukan training center selama dua tahun. Dan pemusatan latihan dan desentraslitasi selama lima bulan. Ini berkat dukungan Pemerintah Provinsi dan masyarakat Jawa Barat," kata Supriatna dalam konferensi pers di Media Center Peparnas XV di Hotel Ibis, Bandung, Minggu (23/10).

    Dia mengatakan, untuk pertama kalinya Jawa Barat mengirimkan 250 atlet, setelah mendapat dorongan dana anggaran yang mumpuni dari Pemprov Jabar. Supriatna mengatakan, persiapan untuk menjadi juara umum ini dilakukan secara matang dengan merekrut pelatih nasional dan internasional.

    Tak hanya itu, katanya, potensi atlet Peparnas di Jawa Barat sangat besar sehingga pihaknya bisa mendesain untuk Peparnas ini dan menjadi juara.

    "Dalam Peparnas, kalau tidak Jawa Barat ya Jawa Tengah yang menjadi juara umum. Karena pemusatan rehabilitasi ada di dua provinsi ini," katanya.

    Hingga Sabtu (22/10) pukul 21.00 WIB, Jawa Barat memimpin klasemen perolehan medali dengan 171 medali emas, 102 medali perak dan 72 medali perunggu. Peringkat kedua ditempati Jawa Timur dengan 68 medali emas, 72 perak dan 57 perunggu.

    Sumatera Utara berada di posisi ketiga dengan 36 emas, 39 perak dan 20 perunggu. Keempat ditempati Riau dengan 35 emas, 43 perak 44 perunggu.

    Sementara itu Kontingen Papua tersalip Sumatera Utara dan Riau. Padahal dalam beberapa hari terakhir Papua berada di peringkat ketiga meski terjadi saling salip dalam perolehan medali. Papua di peringkat lima dengan 34 medali emas, 20 perak dan 24 perunggu.

    Sedangkan Papua Barat, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara hingga hari ketujuh pelaksanaan Peparnas 2016 belum meraih medali perunggu sekalipun.

    "Sebanyak 527 medali emas sudah diraih kontingen, namun masih ada sejumlah emas pada Minggu besok, namun jumlahnya tidak signifikan. Selisih perolehan medali emas Jabar tidak mungkin terkejar," kata Dani Ramdhan yang juga Sekretaris Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jabar itu.

    Sejumlah cabang olahraga sudah mengakhiri pertandingannya. Jawa Barat tampil menjadi juara umum pada cabang olahraga judo, tenis meja, panahan, tenpin boling, renang, bulutangkis dan atletik.

    Pada angkat berat, Jabar menjadi runner up setelah tersalip oleh Jawa Tengah pada hari terakhir pertandingan cabang olahraga itu.

    Sayangnya, Jabar hanya meraih perak pada cabang olahraga sepak bola. Tim asuhan Dadang Kurnia kalah dari Tim Kalimanan Selatan (Kalsel) dengan skor 4-2 di Lapangan Progresif, Jalan Soekarno Minggu (23/10).

    Empat gol tim Kalsel dicetak M Yahya Hernanda, Hermannudin, dan Helmy Azhari. Yahya mencetak gol di menit 4 dan 18. Adapun Hermannudin mencetak gol di menit 6. Gol terakhir Helmy mencetak gol di menit 39. Dua gol tim Jabar dicetak Cahyana di menit 32 dan 43.

    Sementara itu Ketua National Paralympic Committe of Indonesia (NPCI), Senny Marbun meminta para atlet yang memecahkan rekor agar menjaga rekornya untuk menghadapi ASEAN Para Games tahun 2017 di Malaysia dan Asian Para Games 2018 di Indonesia.

    "Kalau bisa lebih dipertajam karena akan menghadapi Asian Para Games dan ASEAN Para Games," kata Sanny Marbun saat menutup pertandingan cabang angkat berat Peparnas.

    Dia menyebutkan ada 16 rekor baru di angkat berat. Sedangkan keseluruhan ada 60 rekor baru di Peparnas kali ini hingga Jumat malam.

    "Malam saja 60 rekor ditambah sekarang angkat berat 16 rekor, jadi 76 rekor. Belum cabang olahraga yang lain. Jadi saya anggap Peparnas ini sukses dan saya ucapkan terima kasih," kata Sanny Marbun.

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ‎salut dengan semangat pada Paralimpian yang bertanding di pekan Paralimpil Nasional (Peparnas) XV 2016 Jawa Barat. Bahkan Imam menyebut masyarakat disabilitas merupakan orang-orang yang istimewa.

    "‎Kata kuncinya, di saat kita terbatas pasti ada jalan yang istimewa," kata Imam saat memberi sambutan pada upacara pengalungan medali cabor Sepakbola Celebral CP di lapangan Progresif, Kota Bandung, Minggu (23/10).

    Imam menyebut tidak hanya tim sepak bola yang hebat di ajang Peparnas 2016 ini. Seluruh Paralimpian merupakan orang hebat. Bahkan, Imam mengaku sempat meneteskan air matanya ketika melihat paralimpian Panahan mencium tangan ibunya saat menang medali emas.

    "Bukan dia saja yang menangis, saya juga terenyuh melihat betapa istimewanya mereka," tutur Imam.

    Terkait sepak bola, Imam menyebut, seluruh tim bermain dengan solid. Namun yang menjadi catatan, seluruh atlet memberitahu kepada semua khalayak untuk optimistis meraih cita-cita.

    "‎Mereka betul-betul mampu memberi tahu kepada kita, harus tetap optimis meraih cita-cita yang berujung prestasi," tuturnya.

    Imam juga merasa terkesan dengan penyelenggaraan Peparnas XV di Jawa Barat. Katanya, Presiden Jokowi memesan agar penyelenggaraan Peparnas ini diangkat ke media dan informasinya disebarluaskan ke seluruh penjuru tanah air.

    "Penyelenggaraan Pepanas XV ini sangat luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, panitia, dan wartawan," katanya.

    Dia mengucapkan selamat kepada tim Kalimantan Selatan yang meraih medali emasnya. "Selamat juga kepada jabar, Jatim dan Jateng. Jangan pernah khawatir Jawa kalah sama kalimantan selatan. Buktikan nanti di Papua," tutup Imam. (ant/net/gin)