• Partisipasi Masyarakat Kado Indah PON-Peparnas Jawa Barat

    Oleh : Dadi Haryadi04 November 2016 19:59
    INILAH, Bandung - Partisipasi Seluruh elemen masyarakat Jawa Barat dan Indonesia secara luas menjadi kado terindah yang turut mengantarkan pelaksanaan PON-Peparnas 2016 Jawa Barat.

    Rangkaian multievent PON dan Peparnas telah usai dihelat, dengan menyisakan kesan mendalam bagi yang terlibat di dalamnya. Sesuai komitmen sejak awal multievent PON XIX dan Peparnas XV 2016 di Jawa Barat tidak "dibingkai" secara sempit sebagai pesta milik masyarakat olahraga semata, melainkan milik seluruh elemen masyarakat yang secara khusus masyarakat Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya.

    Paradigma tersebut adalah sebuah usaha agar setiap elemen masyarakat mengambil bagian dari multievent skala nasional empat tahunan, dan menempatkan masyarakat sebagai subjek yang aktif, bukan sebagai objek yang pasif.

    Pardigma baru tersebut terbukti berhasil diterapkan, dengan indikasi tingkat partisipasi elemen masyarakat yang cukup tinggi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Hal ini tentu saja menjadi kado terindah dalam penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV 2016 di Jawa Barat. Pasalnya, partisipasi aktif masyarakat adalah "barang mewah dan langka" pada masyarakat yang terasa cenderung skeptis, khususnya pada program-program yang diselenggarakan pemerintah.

    Sebagai gambaran, bentuk partisipasi aktif masyarakat bisa dilihat pada beberapa event program promosi yang diselenggarakan Panitia Besar PON XIX dan Peparnas XV. Album musik berjudul Kompilasi PON XIX dan Peparnas XV, adalah hasil sinergi karya para musisi tanah legenda dalam memeriahkan penyelenggaraan PON dan Peparnas.

    Dalam album tersebut terdapat 12 lagu yang dipersembahkan sepuluh group band dan penyanyi, serta dua lagu yang dinyanyikan kolaborasi rocker yang tergabung dalam Bandung Rock Anthem, dan lagu berjudul Mentari yang dinyanyikan oleh Iwan Abdulrachman (Abah Iwan) dengan Musisi Bandung Pisan.

    Partisipasi nyata masyarakat juga sangat terlihat dalam gelaran Nyaah Ka Surili, yaitu program pelepasliaran primata Surili yang merupakan maskot penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV ke habitatnya di alam liar. Program tersebut merupakan sinergi kerja PB. PON XIX dan Peparnas XV dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ASPINALL foundation Indonesia, elemen Akademis dan masyarakat pemerhati lingkungan hidup.

    Tentu saja kedua contoh event program di atas relatif tidak berkaitan secara kangsung dengan multievent olahraga PON dan Peparnas, namun menjadi bukti setiap elemen masyarakat bisa turut berpartisipasi sesuai dengan kapasitasnya, dan menjadikan penyelenggaran PON XIX dan Peparnas XV sebagai momentum positif.

    Hal lain yang perlu mendapatkan apresiasi adalah terkait penyediaan merchandise PON XIX dan Peparnas XV, secara keseluruhan diproduksi dan dipasarkan pelaku UMKM binaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ragam mercandise yang menjadi memorabilia tersebut adalah partisipasi para pelaku UMKM sekaligus unjuk karya dan potensi Jawa Barat yang layak ditampilkan pada masyarakat Indonesia.

    Selain terlibat dalam produksi dan pemasaran Merchandise, para pelaku UMKM Jawa Barat juga berpartisipasi pada setiap pameran dan Bazzar bertajuk Pasar Gurilaps, yang diselenggarakan di seluruh kota/kabupaten penyelenggara pertandingan serta venue-venue pertandingan. Sekitar 22.000 UMKM Jawa Barat terlibat dalam produksi dan pemasaran merchandise serta dalam pameran dan bazzar PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat.

    Pada rangkaian penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat, baik pada pertandingan cabang olahraga mauupun pada event non pertandingan seperti upacara pembukaan dan upacara penutupan, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan secara langsung sangatlah tinggi. Semisal pada upacara pembukaan dan penutupan PON XIX yang diselenggarakan di Gelanggang Olahraga Bandung Lautan Api, seluruh kursi penonton terisi penuh dan tidak sedikit masyarakat mengaku puas menonton melalui layar raksasa di luar stadion.

    Kebersamaan dan Gotong Royong

    Partisipasi masyarakat dan seluruh elemen lainnya dalam mendorong kesuksesan juga sangat terasa saat upacara pembukaan dan penutupan Peparnas XV di Stadion Siliwangi yang juga penuh sesak, hingga penonton luber ke luar stadion meski hujan tidak berhenti mengguyur saat acara berlangsung.

    Bahkan di setiap pertandingan cabang olahraga hampir semua venue selalu penuh oleh penonton, khususnya untuk cabang olahraga populer di masyarakat, semisal sepakbola, Renang, futsal, bulutangkis, volly ball dan basket, Tenpin Bowling, Goall Ball, Judo dan lain sebagainya. Kemeriahan di setiap venue pertandingan dan non pertandingan tersebut bisa berjalan dengan tertib, karena masyarakat bisa mengikuti manajemen penonton dengan sistem ticketing yang diterapkan panitia besar.

    Melalui sistem ticketing ini, panitia besar menyiapkan jumlah penonton yang diperbolehkan masuk ke dalam gelanggang hanya sejumlah kapasitas dan tidak mengizinkan penonton berdesakan di dalam gelanggang. Tujuan dari manajemen penonton dengan ticketing tersebut tidak lain untuk kenyamanan dan keamanan. Pada penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV digunakan beberapa jenis tiket, yaitu tiket harian jenis TYVEK dengan pengaman Barcode dan numerik, tiket terusan jenis kartu E Money, dan tiket gelang LED dengan teknologi pengaman RFID.

    Kemeriahan penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat juga ditunjang penyelenggaraan Look Of the Games, yang semarak hampir di setiap sudut wilayah. Mulai dari media luar ruang seperti Ballyhoo, Spanduk, Billboard, T Banner dan lain sebagainya, sampai media branding yang berada di dalam venue pertandingan.

    Kesemarakan tersebut memberikan nafas dan nuansa perhelatan yang meriah, serta menjadi icon dari penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat. Selain media branding Look Of the Games yang disediakan oleh Panitia, tidak sedikit juga dipasang elemen masyarakat seperti instansi pemerintah, swasta, civitas akademika, Lembaga Swadaya Masyarakat dan lainnya yang merupakan bukti dukungan partisipasi kepada penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat.

    Berakhirnya penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV 2016 di Jawa Barat tentu memberikan kesan yang mendalam, bagi siapapun yang terlibat di dalamnya termasuk setiap elemen masyarakat Jawa Barat secara khusus dan Indonesia pada umumnya.

    Kado indah berupa partisipasi seluruh elemen masyarakat inilah yang tentu saja memberikan dampak besar dalam catur sukses yang dicanangkan Pemprov Jabar sebagai tuan rumah. Pasalnya, kemeriahaan dan kesuksesan penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV mungkin hanya sebatas mimpi, jika hanya dilakukan Panitia tanpa dukungan dan partisipasi elemen-elemen lain.

    Kemeriahan dan kesuksesan penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV adalah buah kerja keras Panitia Besar, Panitia Daerah, Atlit Official, Panitia Pelaksana, Mitra Kerja, Sponsor, Relawan, Media Massa, pihak Keamanan, masyarakat olahraga dan elemen-elemen masyarakat lainnya. Kesuksesan penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat, juga sekaligus menjadi bukti kebersamaan dan gotong royong adalah karakter khas yang melekat kuat sebagai sebagai warga Tanah Legenda Jawa Barat. (*)




meikarta.. the world of ours