• Populerkan Batik dengan Hadirkan Laksmi Batik

    Oleh : Ghiok Riswoto11 Mei 2018 22:19
    MEMBERIKAN Manfaat bagi orang lain dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan terus mencari peluang usaha yang dapat menyerap tenaga kerja. Semangat itulah yang terus dijaga Dosen sekaligus pengusaha Taty Sugiarty.

    Energik dan pantang menyerah. Dua hal tersebut tampaknya pas disandangkan pada sosok dosen di salah satu peruguran tinggi yang juga pengusaha Taty Sugiarti.

    Seolah tak kenal lelah, di sela kesibukannya sebagai dosen, istri dari ahli hukum tata negara, Prof I Gede Panca Astawa ini ternyata banyak menjalankan berbagai bidang usaha mulai dari rumah batik, tour travel bahkan dunia kecantikan dan menjabat sebagai manajer pemasaran salah satu produk kecantikan asal Amerika. Padahal kesibukan lainnya sebagai ibu rumah tangga pun tetap harus dijalaninya.

    Lalu apa sebenanrnya yang menjadi alasan sosok seorang Taty Sugiarty tak kenal lelah menjalani semuanya. Dalam bincang-bincangnya bersama INILAH KORAN, Jumat (11/5), wanita yang juga mengikuti jejak sang suami sebagai dosen hukum tata negara ini mengungkapkan, dalam menjalani apapun menurutnya ada tiga kunci yang selalu dijadikan landasan, jalani, syukuri, dan nikmati.

    Prinsip itulah yang selalu menjadi kunci hidupnya dalam menjalani rutinitas keseharian. Karenanya ketika dia harus menjalani banyak bidang pekerjaan pun, diakuinya semuanya terasa ringan dan menyenangkan.

    Terkait dunia bisnis yang kini dijalaninya, Taty mengungkapkan, dunia bisnis memang sejak lama digelutinya bahkan jauh sebelum dirinya menjadi dosen. Karenanya ketika kemudian memutuskan terjun ke dunia pendidikan, aktivitas lamanya di dunia bisnis tetap dijalainya.

    Owner Laksmi Batik Bandung ini mengungkapkan, disamping sudah menjadi rutinitasnya sejak dulu, menjalani peran sebagai pebisnis dirasakannya memberikan banyak manfaat. Mulai dari pergaulan, pengalaman hingga kemanfaatan bagi orang lain terutama membuka lapangan kerja.

    "Sejak dulu saya memang terbiasa mengalir. Ketika ada peluang apapun ya dijalani. Hasilnya Alhamdulillah dapat seperti sekarang. Saya bisa mengabdikan diri dengan menjadi pendidik, tapi juga dapat turut membantu orang lain yang butuh pekerjaan. Mudah-mudahan peran ini dapat menjadi amal baik," ujarnya.

    Lebih lanjut pemilik Pandawa Lima Tour and Travel ini menambahkan, sebagai manusia rasa lelah dan cape pasti dialaminya. Namun, karena semua yang dijalaninya dilakukan dengan landasan keikhlasan dan cinta, semuanya terasa mudah dan tidak pernah menjadi beban.

    "Semua bisnis yang saya jalani sekarang dijalani dengan senang hati. Karena memang semuanya berawal dari kecintaan saya. Bisnis tour travel misalnya itu berdiri karena memang saya sejak dulu suka traveling. Begitupun dengan bisnis fesyen yang memang sejak lama saya jalani. Itu juga karena pada dasarnya saya memang suka fesyen," tambahnya.

    Dia menambahkan, seperti halnya bisnis batik yang digelutinya saat ini. Hal lain yang juga menjadi pertimbangannya adalah keinginan untuk ambil bagian dalam mempopulerkan keragaman batik Cirebon.

    Kendati mengaku belum mengetahui bagaimana filosofi batik-batik yang ada, tekadnya satu bagaimana kemudian keragaman batik Cirebon dapat semakin terkenal. Hal itulah yang juga kemudian mendorong dirinya untuk menghadirkan rumah butik bernama Laksmi Batik.

    Kota Bandung merupakan kota pertama yang menjadi bidikannya. Alasannya menurut Taty, Kota Bandung merupakan daerah yang menjadi kiblat bisnis fesyen Indonesia dan kerap didatangi wisatawan baik dari domestik maupun luar negeri.

    "Laksmi Batik ini adalah bentuk kepedulian saya terhadap batik sekaligus tentu saja menjadi ladang usaha. Namun saya berharap hal itu dapat menjadi sebuah sarana untuk lebih mempopulerkan batik," ungkapnya.

    Lebih lanjut Taty menambahkan, ketertarikan dirinya terhadap batik bukan hanya karena keragaman dan nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalamnya. Tetapi juga seiring perkembangan zaman.

    Saat ini menurut Taty, batik sudah menjadi sebuah pilihan busana yang dapat dipadupadankan dengan berbagai suasana.

    "Saya melihat batik saat ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kalau ini berjalan baik. Manfaatnya juga tentu banyak. Bukan hanya dari sisi budaya dapat turut melestarikan warisan leluhur, secara bisnis juga berpotensi dan tentu saja dapat semakin mempopulerkan potensi unggulan daerah. Inilah yang menjadi alasan saya memiliki mimpi besar untuk terus menggeluti dunia batik," pungkasnya. (ghi)


    TAG :


    Berita TERKAIT