• Headline

    Ramadan sebagai Bulan Turunnya Al-Quran

    Oleh : Kang Aher12 Juni 2017 04:39

    Menurut berbagai keterangan, Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadan. “Bulan Ramadan ialah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran.” (QS Al-Baqarah [2]:185). Ayat ini merupakan keterangan terkuat tentang turunnya Al-Quran di bulan Ramadan. Adapun ayat-ayat yang pertama kali diturunkan, jumhur ulama berpendapat adalah surah Al-Alaq ayat 1-5.


    Perbedaan pendapat para ulama terletak pada kapan persisnya Al-Quran turun di bulan Ramadan. Ada yang mengatakan 7 Ramadan, 17 Ramadan, 21 Ramadan, dan 24 Ramadan. Pendapat-pendapat tersebut memiliki argumenmasing-masing. Akan tetapi, Ramadan sebagai bulan Al-Quran diturunkan telah menjadi pandangan jumhur ulama.


    Terlepas dari perbedaan-perbedaan pendapat berkaitan kapan dan seperti apa turunnya Al-Quran di bulan Ramadan, kita tetap harus menyemarakkan Ramadan sebagai bulan nuzulul Quran dan memaknainya dengan tepat.


    Maka, yang dapat kita lakukan ialah menghunjamkan pada sanubari kita akan keutamaan bulan Ramadan sebagai bulan turunnya Al-Quran. Salah satu caranya ialah dengan meningkatkan interaksi kita dengan Al-Quran, yakni dengan membacanya (tilawah), dan mengkaji serta memahaminya (tadarus).


    Setelah itu, pada tingkatan tertinggi yakni dengan mengamalkannya.

    Menyangkut bulan Ramadan, Rasululllah Saw. bersabda, “Semua amalan anak Adam akan dilipatgandakan (balasannya), satu kebaikan akan dibalas dengan 10 sampai 700 kali lipat.” Kemudian, Allah Swt. berfirman: ‘Kecuali puasa, sesungguhnya itu untuk-Ku, dan Aku yang langsung membalasnya. Hamba-Ku telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Muslim).


    Melalui hadis tersebut, kita telah diberikan petunjuk bahwa Ramadan adalah bulan yang selayaknya dipenuhi oleh perasaan sukacita, karena pahala-pahala dan balasan kebaikan dilipatgandakan. Maka, dalam hubungannya dengan memperingati turunnya Al-Quran (nuzulul Quran) yang jatuh pada bulan Ramadan, kita sepantasnya semakin mengakrabkan diri kita dengan Al-Quran.


    Perbanyaklah bertilawah dan tadarus, isi waktu luang kita dengan tadarus sebagai perwujudan rasa syukur dan kesadaran kita tentang kesakralan bulan Ramadan sebagai bulan Nuzulul Quran.

    “Barangsiapa yang membaca satu huruf dalam kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Saya tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, danmim satu huruf.” (HR. Tirmidzi). Maka, akan sangat baik jika kita kembali mengingat potensi pahala yang bisa didapat ketika kita membaca Al-Quran dengan merujuk pada hadis tersebut. Dengan menggunakan perhitungan awam dan logika sederhana, potensi pahala yang dapat kita peroleh adalah: Al-Quran terdiri dari 30 juz, 114 surah, 6.236 ayat, dan tersusun dari 1.027.000 huruf. Maka, bila kita menghatamkan Al-Quran, kita akan memperoleh pahala sebesar 1.027.000 dikali 700 kali pahala kebaikan di bulan Ramadan, sehingga hasil yang didapat ialah senilai 718.900.000 pahala kebaikan.


    Tentu, hitungan ini adalah hitungan manusiawi yang menggunakan logika sederhana. Perhitungan Allah lebih tepat dan adil. Akan tetapi, kita dapat menjadikan ini sebagai motivasi bagi kita untuk meningkatkan kecintaan dan interaksi kita dengan Al-Quran di bulan Ramadan ini, sebagai bulan diturunkannya Al-Quran.


    Maka tak salah jika kita mengidentikkan bulan Ramadan sebagai bulan Al-Quran, bulan ketika kecintaan kita kepada Al-Quran semakin tertanam di hati kita, semakin tak bosan-bosannya kita membaca Al-Quran, dan semakin kuat juga motivasi kita untuk mengamalkan Al-Quran secara utuh. Itulah penyikapan kita yang paling tepat untuk memaknai Ramadan sebagai bulan turunnya Al-Quran. Wallahu’alam bishawab. [*]