• Headline

    Koruptor, Contoh Orang Paling Bodoh

    Oleh : Abdullah Gymnastiar11 Agustus 2017 07:16
    Semoga saudara tidak termasuk di antara yang tersinggung saat membaca judul ini. Karena saya berani bersumpah, demi Allah, tidak akan pernah Allah memberikan ketenangan kepada orang yang berbuat batil, seperti korupsi. Setiap dosa pasti membuat gelisah.

    Tentunya kita semua tidak ingin hidup sengsara. Tapi, ada sebagian dari kita yang berpikir keliru. Mereka menganggap kalau kalau kaya itu bahagia, sehingga pontang-panting mencari kekayaan. Salah satu contohnya dengan menjadi koruptor.

    Padahal, ada sebagian orang mengatakan bahwa kekayaaan itu ibarat air laut. Makin diminum, makin haus. Tidak ada berhentinya. Walaupun sudah memiliki satu lembah emas, tetap terus sibuk mencari lembah emas lainnya.

    Begitulah koruptor. Menurut saya, mereka korupsi bukan karena gajinya kecil. Sebetulnya sudah cukup. Tetapi dikarenakan hati mereka miskin. Mereka tidak pernah merasa cukup dengan apa yang telah ada. Bagi mereka, biasa saja mencuri hak-hak orang lain. Atau, justru menganggap dirinya berhak mengambil karena tiada henti merasakan haus.

    Koruptor pasti tidak pernah merasakan ketenangan. Ia menyembunyikan hasil curiannya. Seperti disimpan di luar negeri. Bukan untuk dimakan, bahkan memegang dan melihat keberadaannya pun tidak. Mungkin bagi kita lebih jelas terlihat kegelisahan seorang pencuri ayam, yang terus memegang hasil curiannya sambil berlari dikejar warga. Tapi sebetulnya koruptor lebih gelisah dari itu.

    Atau, hasil korupsinya dipakai membeli mobil, tapi atas nama orang lain dan ditaruh di kampung. Bisa juga membangun rumah yang besar dan megah, tapi hanya sebulan sekali ditempati dan selebihnya dihuni oleh tikus. Benar-benar ada yang tidak beres pada pikiran mereka.

    Rasa-rasanya lucu sekaligus menyedihkan. Sudah mencuri hak orang lain, berpayah-payah menyembunyikan, hidupnya gelisah, dan tidak jelas untuk apa hasil curiannya. Mungkin lebih terlihat menyedihkan, kalau yang korupsi itu seorang yang telah tua. Tapi sebetulnya tua atau muda sama saja. Karena sama-sama pasti akan diazab, dan sama-sama tidak tahu kapan waktunya ajal menjemput.

    Maka dari itu, sulit untuk tidak mengatakan bahwa koruptor adalah orang paling bodoh. Masih muda dan berpendidikan tapi maling. Sudah berusia dan mulai renta juga masih maling. Benar-benar bodoh. Mudah-mudahan ada koruptor yang membaca tulisan ini, dan mari masing-masing kita bertobat.

    Saudaraku. Sebenarnya hidup ini mau bagaimana? Demi Allah, tidak akan pernah ada kekayaan bisa menenangkan. Yang menenangkan itu keberkahan. Ghina fi qalbih, kekayaan di hati kita. Inilah kekayaan yang sesungguhnya.

    Jadi, jangan lagi mengartikan kaya sebagai banyak harta. Karena orang yang banyak harta belum tentu hatinya kaya. Kalau kita mau kaya, gemarlah berbagi. Kita bisa mendapatkan ketenangan, dan yakinlah rezeki juga tidak berkurang.

    Jangan menganggap orang yang banyak harta sebagai orang sukses. Sebab, jika beranggapan orang yang banyak harta itu sukses, maka kita pun harusnya mengundang koruptor sebagai pembicara seminar tentang kesuksesan. Kita juga harus membubarkan KPK, dan menjadikan para koruptor sebagai teladan. Na’udzubillâhi min dzâlik!

    Jadi, jangan kita ikut-ikutan menjadi bodoh. Cukup ambil sebatas hikmahnya saja dari contoh orang paling bodoh, yaitu koruptor. Masa depan kita adalah akhirat, dan kesuksesan akan ditentukan di sana.