PENDIDIKAN
Kemenag Garut Masih Tunggu Putusan 2 Kepala KUA
Oleh: Nul Zainulmukhtar
Minggu, 14 Oktober 2012, 12:25 WIB

INILAH.COM, Garut - Pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Kabupaten Garut masih menunggu rekomendasi keputusan atas dua pejabat Kepala Urusan Agama (KUA) yang diduga terlibat percaloan calon jamaah haji. Akibat percalonan tersebut, sejumlah jamaah haji asal Garut gagal berangkat ibadah haji pada 2012 ini.

"Kita masih menunggu rekomendasi dari pusat, apakah yang bersangkutan dimutasikan atau diberhentikan dari jabatannya. Keduanya kan pejabat IV B," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Garut, Abdul Manaf, Minggu (13/10).

Dia berharap persoalan tersebut segera selesai agar pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu. Kedua pejabat terancam dimutasi atau dicopot dari jabatannya itu yakni Kepala KUA Kecamatan Garut Kota, Nandang, dan Kepala KUA Kecamatan Sukawening, Asep Ihsan.

Akan tetapi Abdul Manaf menegaskan, kedua kepala KUA tersebut terancam mendapatkan sanksi bukan karena kasus dugaan penipuan atas percaloan calon jamaah haji melainkan karena tersangkut kasus pelanggaran disiplin pegawai.

Dia menuturkan, sejak awal pihaknya melakukan pemanggilan sebanyak tiga kali dan berlanjut pembuatan Berita Acara Perkara (BAP) terhadap Nandang dan Asep Ihsan karena terlaporkan sudah lama tidak masuk kantor. Hal itu membuat pelayanan KUA Kecamatan Garut Kota dan KUA Kecamatan Sukawening terhadap masyarakat menjadi terganggu.

"Jadi yang kita proses itu murni dari sisi disiplin pegawai. Saat di-BAP, kita baru tahu keduanya tidak masuk kantor karena takut ada masalah. Sering mendapatkan ancaman. Itu akibat keterlibatannya dalam bisnis pulsa Win Win Solution Bowo Jenggot berhadiah ibadah haji yang belakangan macet. Dan Nandang sebagai koordinatornya," jelas Abdul Manaf.

Modus rekrutmen calon jamaah haji kerja sama PT Win Win Solution Bowo Jenggot itu mirip arisan. Jama'ah dijanjikan diberangkatkan ibadah haji hanya dengan menginveskan sejumlah modal. Besaran uang diinvestasikan bervariasi mulai Rp20 juta untuk mendapatkan seat.

Peserta juga dimintai dana talangan, dan sejumlah uang sekitar Rp6 juta untuk digolangkan perusahaan. Peserta dijanjikan tidak usah menambah biaya lagi. Sebab pada saatnya nanti, mereka akan diberangkatkan haji. Kenyataannya, perusahaan memberangkatkan beberapa orang secara bergilir, seperti arisan.

Banyak orang mendaftar sebagai calon jamaah dengan cara seperti itu kepada Nandang dan Asep Ihsan. Belakangan diketahui mereka ternyata tidak tercatat di Kemenag Kantor Kabupaten Garut.[ang]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Kemenag Garut Masih Tunggu Putusan 2 Kepala KUA
Dua Kepala KUA di Garut Terlibat Percaloan Haji