SERBA-SERBI
Inilah Jenis Bambu Yang Bisa Dijadikan Angklung
Oleh: Evi Damayanti
Senin, 26 November 2012, 21:10 WIB

INILAH.COM, Bandung - Ketua Yayasan Saung Angklung Udjo (SAU), Sam Udjo mengatakan hanya ada 4 jenis bambu saja yang bisa dibuat menjadi angklung. Yakni bambu Hitam, Temen, Apus dan bambu Surat atau Gombong.

Selain itu, umur bambu untuk dipanen pun tertentu. Tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua yakni antara 3 atau 4 tahun serta tumbuh di daerah kering. Syarat lainnya, waktu penebangan dalam setahun hanya dilakukan satu kali dan dalam waktu tertentu yaitu menjelang akhir musim kemarau berkisar dalam tenggang waktu sebulan saja.

"Ketebalan bambu berbanding diameternya tidak boleh lebih dari 10%. Batang bambu harus lurus dengan jarak antara ruas harus panjang. Bambu harus cukup kuat, tahan terhadap hama/rayap yang dapat merusak serta harus dikeringkan selama mungkin sebelum diproses secara alami dibiarkan mengering sendiri dengan cuaca teduh sekitar 6 bulan agar menghasilkan suara yang baik," jelas Sam di sela-sela acara 'Gerakan Masyarakat Bambu Pertiwi' di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Cicaheum Kota Bandung, Senin (26/11/2012).

Namun, diakui Sam, ketersedian bambu saat ini sudah mulai menipis. dalam 5 tahun kebelakang, pihaknya mengalami kesulitan mendapatkan bambu secara kuantitas bahkan kualitasnya pun terus menurun sedangkan permintaan pasar terus naik.

"Misalnya untuk bambu 'hitam' hanya ada di wilayah Sukabumi Selatan. Cara penebangan sistem tebang habis sehingga menganggu habitatnya dan berakibat tidak tumbuh lagi," paparnya.

Kebutuhan masing-masing jenis bambu, lanjut Sam, dalam satu tahun untuk bambu hitam sebanyak 35.250 batang, bambu tali sebanyak 16.500 batang dan bambu Gembong sebanyak 4.650 batang. Namun realisasi yang tercapai hanya sekitar 70% dan secara kualitas hanya 50% yang baik.[ang]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Peserta Lomba Angklung Bawakan Dua Lagu
SMAN 1 Banjaran Sabet 2 Penghargaan Angklung Pride
Angklung Alami Kendala Dipasarkan ke Luar Negeri
Buka OSN, Heryawan Disambut Alunan Angklung
Angklung Towel Merambah Dunia