LIFE STYLE
Tangkubanparahu, Wisata Berbasis Masyarakat
Oleh: Doni Ramdhani
Jumat, 7 Desember 2012, 22:46 WIB

INILAH, Lembang - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar menetapkan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkubanparahu sebagai percontohan pengelolaan wisata berbasis masyarakat.

Kepala BBKSDA Jabar Joko Prihatno mengatakan selain Gunung Tangkubaparahu yang menjadi pariwisata alam unggulan di Jabar itu yakni Situ Patenggang, pemandian air panas Cimanggu, dan Pantai Pangandaran. Keempat unggulan itu berdasarkan aspek popularitas, aksebilitas, jumlah pengunjung, dan marketing yang tertata baik tanpa merusak kondisi alam.

"Tangkubanparahu ini menjadi wisata unggulan karena ini merupakan salah satu contoh pengelolaan wisata alam berbasis masyarakat. Dari catatan yang dimiliki, terdapat sebanyak 1.080 pedagang yang merupakan warga sekitar sini itu diberdayakan. Hal ini sesuai dengan aturan kerja sama pengelolaan," kata Joko saat melakukan kunjungan kerja ke TWA Tangkubaparahu, Jumat (7/12/2012).

Sebagai kegiatan usaha, Joko mengatakan berdasarkan laporan yang diterima dari PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) itu menunjukkan hasil yang relatif baik. Pasalnya, dalam setahun kemarin PT GRPP memberikan penerimanan negara bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp6 miliar.

"Rp6 miliar yang diterima dari PT GRPP itu merupakan pengeloalan cukup baik dan layak menjadi percontohan bagi pengembangan TWA lain yang memiliki potensi sama. Angka tersebut adalah yang tertinggi dibandingkan dengan obyek wisata lain," ujar Joko.

Tak hanya itu, jumlah pengunjung atau wisatawan sebanyak 1,9 juta orang yang dibukukan untuk setahun itu pun merupakan parameter yang menunjukkan peningkatan. Nantinya, kata dia, Tangkubanparahu itu dikategorikan ke dalam klaster pariwisata alam unggulan. Ini dikaitkan dengan kerangka kerja menyusun pengelolaan yang terpadu berbasis green marketing dan green product development.

"Sebenarnya, di Provinsi Jawa Barat ini banyak sekali wisata alam potensial yang belum tersentuh dunia usaha sebagai inti pendorong ekonomi dan masyarakat. Contohnya seperti Gunung Tampomas dan Gunung Guntur," ujarnya.

Joko menyebutkan TWA Gunung Tangkubanparahu itu mendapat peringkat nomor wahid diantara pemegang izin pengusahaan pariwisata alam (IPPA) lainnya di Jawa Barat. Menurutnya, itu didasarkan pada pemenuhan kewajiban kerjasama yang dilakukan PT GRPP sebagai pemegang IPPA.

"Dari hasil monintoring dan evaluasi ke 6 lokasi pengusahaan pariwisata alam ini, TWA GUnung Tangkubanparahu saya nilai baik. Secara keseluruhan kami cukup puas dengan kinerja pengelola TWA Tangkubanparahu. Mereka melakukan prosedur pengamanan kepada pengunjung dan memberdayakan potensi masyarakat sekitar secara transparan," tandas Joko.

Sementara itu, Direktur Utama PT GRPP Putra Kaban mengapresiasi hasil penilaian tersebut. Sebagai pemegang IPPA, pihaknya paham betul terkait pengelolaan yang sesuai standar BBKSDA Jabar. "Kami sebagai pengelola hanya bisa menuruti dan menaati apa yang diatur. Dengan SK pengelolaan yang diterima ini kita tidak akan melanggar perjanjian seperti pemberian aporan keuangan yang terbuka, termasuk pemeliharaan kawasan sesuai dengan aturan. Sedangkan, pedagang sejauh ini tidak diminta apapun. Mereka hanya diharuskan memperpanjang lisensi setahun sekali," tegasnya.

Untuk pengunjung, Kaban mengatakan pihaknya senantiasa berusaha memberikan yang terbaik. Setiap tahun, kata dia, pihaknya berinvestasi mencapai Rp23 miliar. Itu mencakup perbaikan sarana jalan, infrastruktur, gaji, dll.

Dengan masa kerja sama pengelolaan selama 30 tahun, hingga 2038 mendatang, berdasarkan kepada PP 18/1998 tentang izin pengusahaan tempat wisata, dirinya optimistis TWA Gunung Tangkubanparahu akan terus menjadi penyumbang PNBP paling besar dibandingkan obyek wisata lainnya.

Terpenting, tambah dia, selama ini PT GRPP mempekerjakan sebanyak 160 orang dan 1.080 masyarakat pedagang dari wilayah sekitar Cikole, Kecamatan Lembang berperan menjadikan TWA Guunung Tangkubanparahu sebagai destinasi wisata unggulan. Ujungnya, perputaran uang dari keberadaan wisata ini yang angkanya mencapai lebih dari Rp16 miliar itu bisa dirasakan oleh masyarakat sekitarnya.[jul]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Tarif Masuk ke Tangkubanparahu Segera Naik
Gunung Tangkubanparahu Menyingkap Tabir Keindahan
2014, Tiket Masuk Tangkubanparahu Naik 50-150%
Idul Adha, Petugas Tetap Pantau Tangkubanparahu
PVMBG akan Evaluasi Status Gunung Tangkubanparahu