LIFE STYLE
Surga Dunia di Ujung Genteng
Oleh: Yuliantono
Minggu, 9 Desember 2012, 11:53 WIB

INILAH, Sukabumi - Dia menawarkan wisata pantai serba ada. Tersembunyi di Sukabumi, Ujung Genteng tak kalah dengan Bali.

Bagi masyarakat Kota Bandung, tak banyak yang tahu apa itu Ujung Genteng. Sebab, kawasan pesisir Pantai Selatan tersebut berada di daerah paling ujung Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mayoritas masyarakat Jawa Barat hanya mengenal Pangandaran dan Pelabuhan Ratu, sebagai daerah pinggiran pantai. Padahal, Ujung Genteng menawarkan lebih banyak tempat menarik.

Tak hanya pantai yang disajikan di sana. Daerah yang masuk dalam Kecamatan Ciracap tersebut, juga menyajikan beberapa pesona lain seperti tempat penangkaran penyu di Pangumbahan, Pantai Cibuaya, ataupun Ombak Tujuh yang disebut-sebut memiliki ombak terbaik di Indonesia, bagi para peselancar.

Tak hanya itu, di daerah tersebut pun ada air terjun yang dikenal dengan Curug Cikaso. Bagi para wisatawan, Ujung Genteng disebut-sebut sebagai surga dunia, karena kelengkapan panorama yang disajikan.

Tak pelak, kawasan tersebut menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi masyarakat Jakarta dan wisatawan asing. Ironis memang, karena masyarakat Jawa Barat sendiri banyak yang tidak tahu akan daerah tersebut. Perhatian dan promosi yang kurang, membuat kawasan tersebut tetap tersembunyi laiknya mutiara yang masih berada dalam cangkang kerang. Meski saat ini tempat wisata tersebut mulai dikelola oleh pemerintah, masih saja banyak yang belum mengetahui kawasan tersebut.

Untuk mencapai kesana, jika kita berangkat dari Kota Bandung, memakan waktu sekitar 7-8 jam perjalanan, karena akan menempuh perjalanan lebih dari 200 km. Ada dua jalan yang bisa ditempuh. Pertama melalui jalan normal dari Kota Bandung menuju Kota Sukabumi, lalu masuk ke arah Jampang. Nantinya pengunjung akan mencapai Kecamatan Surade dan kira-kira satu jam perjalanan lagi, tiba di Ujung Genteng.

Sedangkan jalur alternatif lain, pengunjung bisa melalui jalan dari Ciwidey dan akan mengarah ke Cianjur Selatan. Jika melewati jalan ini, perjalanan akan lebih menantang sebab tidak akan bisa memejamkan mata karena akan melewati daerah yang tak kalah indah.

Kita akan disuguhi keindahan Pantai Cidaun, Pantai Sindangbarang, serta perkebunan karet, selama perjalanan menuju Ujung Genteng. Melewati jalur ini, memang memakan waktu yang cukup panjang, karena harus berputar dan melintasi jalan pesisir Pantai Selatan.

Tempat pertama yang bisa dikunjungi dari kawasan Ujung Genteng, jika melewati jalan alternatif ini adalah Curug Cikaso. Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 80 meter dan lebar tebingnya hingga 100 meter. Jika musim kemarau, air sungai Curug Cikaso berwarna hijau. Warna tersebut berasal dari lumut yang menempel di dasar sungai dan batuan yang ada di daerah tersebut.

Berkunjung ke Curug Cikaso sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena bias sinar matahari yang baru terbit akan tercipta dengan jelas dari butir-butir halus cipratan air terjun. Sebaiknya menggunakan jasa pemandu yang tersedia agar tidak tersesat karena untuk menuju lokasi curug ini tidak ada petunjuk jalan. Biaya jasa pemandu berkisar Rp50-70 ribu.

Masuk ke daerah ini, pengunjung dikenakan tarif Rp7.000. Ada dua akses jalan yang bisa digunakan dari tempat parkir, menuju curug ini yakni dengan menggunakan perahu yang bertarif Rp70 ribu untuk sekali jalan atau berjalan kaki sekitar 1 kilometer, melewati hamparan sawah penduduk.

Setelah itu, kita bisa melanjutkan perjalanan menuju Ujung Genteng. Di kawasan tersebut, para pengunjung harus lebih berhati-hati karena tidak semua pantai bisa digunakan untuk berenang. Sebab, ombak yang cukup besar serta adanya karang, cukup membahayakan nyawa pengunjung, jika sampai terseret ombak.

Jika ingin berenang, para pengunjung bisa datang ke Pantai Cibuaya. Di kawasan ini sama sekali tidak ada ombak dan bisa digunakan untuk berenang. Tetapi sekali lagi para pengunjung tetap berhati-hati karena di daerah ini pantainya cukup dalam. Tidak hanya berenang, kita juga seperti berada sedang di akuarium raksasa, karena kita dapat melihat ikan-ikan yang berwarna-warni atau bintang laut yang terjebak di lubang-lubang di pantai. Ombak yang menyapu pantai, kadangkala membawa ikan-ikan cantik ini ke pantai dan menempati lubang-lubang di antara karang-karang di tepi pantai.

Tak hanya itu, jika pengunjung ingin melihat penyu atau melepas tukik, Pantai Pangumbahan tempatnya. Pantai ini menjadi tempat favorit penyu untuk bertelur. Inilah yang menjadi daya tarik pantai ini. Pada malam hari, jika beruntung, kita dapat melihat penyu-penyu berukuran besar yang menuju pantai untuk bertelur. Kita juga dapat melihat proses bertelurnya penyu-penyu ini. Agar tidak mengganggu penyu dan membuat mereka meninggalkan pantai ini, maka pada saat melihatnya harus menggunakan cahaya yang sangat minim dan tidak boleh mengeluarkan suara yang mengagetkan.

Seekor penyu bisa bertelur hingga seratus butir. Penyu-penyu ini akan meletakkan telur-telurnya di dalam pasir, kemudian petugas penangkaran penyu akan segera mengamankan telur-telur ini untuk dikembangbiakan tanpa ada gangguan. Atau di sore hari, kita bisa ikut dengan para petugas penangkaran penyu untuk melepas tukik ke laut lepas. Dengan tarif Rp5.000 per orang, para pengunjung tak hanya berkesempatan melihat tukik dilepas. Pantainya pun cukup indah, meski dilarang untuk berenang karena ombaknya yang sangat tinggi.

Selain itu, jika pengunjung hobi berselancar, Ombak Tujuh adalah tempatnya. Tempat ini disebut-sebut lebih baik ketimbang Bali. Namun, akses jalan menuju tempat ini sangat ekstrim. Sebab, hanya motor trail atau mobil offroad dengan dua gardan yang bisa melalui jalan menuju tempat ini.

Untungnya, pengunjung tak usah khawatir karena masyarakat setempat menyediakan jasa angkutan dan pemandu, bagi para wisatawan yang ingin ke Ombak Tujuh.

Tidak hanya itu, Ujung Genteng pun memiliki pulau kecil seperti Tanah Lot yang ada di Bali. Pulai kecil ini berada di daerah Villa Amanda Ratu, dimana lokasinya berada sebelum masuk ke kawasan Pantai Ujung Genteng.

Sementara mengenai masyarakatnya, mayoritas penduduk di daerah ini merupakan nelayan, petani, dan pengumpul nira kelapa yang dijadikan gula. Namun, banyak juga yang beralih profesi sebagai pemandu untuk berkunjung ke daerah wisata di sekitar Ujung Genteng.

Bahkan saat ini sudah berjejer villa yang disediakan untuk menginap bagi para pengunjung, dengan view yang langsung menghadap ke pantai. Bagi Pemerintah Jawa Barat, tempat ini sebenarnya sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik. Bukan tidak mungkin, kehadiran daerah ini dapat menambah PAD Pemprov, dari satu sektor saja yakni dari pariwisata.

Hanya perlu perbaikan akses jalan yang baik dan promosi, untuk memperkenalkan kepada publik jika Jabar memiliki keindahan alam yang tersembunyi dan tak kalah dengan Bali.[ing/jul]

Share berita: Facebook | Twitter