PENDIDIKAN
FAGI Bakal PTUN-kan Pengangkatan Kepsek
Oleh: Evi Damayanti
Kamis, 3 Januari 2013, 13:39 WIB

INILAH, Bandung - Merasa ada yang janggal terkait pengangkatan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung pada 28 Desember 2012 lalu, Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) dan Forum Komunikasi Komite SMA akan menggugat surat keputusan Wali Kota Bandung tentang pengangkatan kepsek tersebut ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara).

Pasalnya surat keberatan para ketua komite kepada wali kota dan sekda yang telah dilayangkan beberapa waktu lalu tidak digubris, malah pada hari ini (3/1/2013) serah terima jabatan tetap dilaksanakan.

"Beberapa waktu lalu komite SMA menyampaikan surat keberatan atas pengangkatan kepsek baru yang belum bersertifikat kepsek sebagaimana amanat Permendiknas no 28/2010 tanggal 27 oktober 2010 yang mulai berlaku paling lambat 27 oktober 2012," tegas Komite SMAN 12 Iwan Hermawan, Kamis (3/1/2013).

Iwan mengatakan selain itu, dalam Perwal Kota Bandung no 157, pihaknya meragukan kompetensi kepsek yang baru itu karena belum mendapatkan diklat kepala sekolah. "Seharusnya sebelum ditempatkan, didiklat dulu di lembaga pengembangan dan pemberdayaan kepsek (KPPKS) di Karanganyar Solo Jateng selama 3 bulan seperti yang dilakukan oleh Kabupaten Cirebon," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji mengatakan Permendiknas no 28 tahun 2010 mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2013.

"Sedangkan pengangkatan mereka masuknya di tahun 2012 dan sudah ditetapkan di perda, soal akan di-PTUN-kan silahkan saja itu hak mereka, toh kami tidak melanggar," tegas Oji usai serah terima jabatan Kepsek di SMAN 8 Bandung Jalan Solontongan, Kamis (3/2/2013).

Sedang soal Diklat Kepsek Oji membenarkan memang belum, namun akan dilakukan setelah para kepsek tersebut menduduki jabatannya.
"Baru yang ke depan, akan dilatih terlebih dulu lalu dilantik," ucapnya lagi.

Dalam kesempatan itu Oji meminta para kepsek baru untuk bekerja sesuai aturan dan mengabdi lebih baik lagi dari kepsek sebelumnya, terlebih mereka telah menandatangi surat keputusan pengangkatan dan pakta integritas.

"Mereka akan dinilai selama dua tahun, kalau tidak bagus bisa sampai dipecat. Kecuali kasuistik misal terlibat tindak pidana seperti narkoba atau kriminal pemecatan bisa langsung tanpa menunggu dua tahun," tandasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 160 orang yang terdiri dari 40 pengawas, 105 kepala sekolah baru serta 15 kepala sekolah yang mengalami rotasi dilantik.

Dari 105 kepsek itu, yakni di jenjang kepala sekolah dasar sebanyak 90 orang, SMP 3 orang, SMA 8 orang, SMKN 4 orang. Sedang untuk pengawas sebanyak 40 terdiri dari 25 orang di SD, 3 orang di SMP, 8 orang di SMA dan 4 orang di SMK.[jul]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Kado HUT Kota Bandung, Buat Akta Lahir Sehari Jadi
Kasatpol PP Kota Bandung Diganti Perwira Kopassus
Jika Ada Bukti, Kejari Siap Periksa Anggota Dewan
Dinilai Pemborosan, Dewan Tinggalkan Diklat
Bandung Optimistis Raih 20% Emas di Porda Jabar