PENDIDIKAN
Guru Demo, Sebagian Sekolah di Sumedang Libur
Oleh: Vera Suciati
Senin, 21 Januari 2013, 19:50 WIB

INILAH, Sumedang - Sekolah-sekolah yang berlokasi di luar kawasan kota, Senin (21/1/2013), diliburkan. Alasannya, guru-guru berunjuk rasa ke DPRD Sumedang menuntut segara dibayarkannya tunggakan tunjangan profesi guru.

“Sekolah libur hari ini, diumumkannya sejak Sabtu pekan sebelumnya tapi nggak tahu alasan libur itu apa,” kata Annisa, siswa kelas XI di sekolah menengah atas di Kecamatan Cimalaka, Senin (21/1/2013).

Begitu juga menurut Sinta Fransisca, siswa kelas 11 di sekolah menengah di Kecamatan Conggeang. Dirinya mengaku, sekolah diliburkan karena ada acara kedinasan. “Guru meliburkan sekolah, denger-denger mau demo,” kata Sinta.

Sementara sekolah-sekolah di seputaran kota Sumedang tidak diliburkan. Namun ketika dipantau, sejumlah guru memang tidak ada disekolah sehingga banyak kelas yang kosong tanpa pengajar.

Ketua PGRI Sumedang, Dedi Suhayat membantah jika guru-guru yang meliburkan sekolahnya ini semata-mata untuk mengurusi ‘perutnya’. Namun, mereka ingin mencari jalan terbaik agar pembayaran tunjangan profesi guru di Sumedang setiap tahun sesuai dengan jumlah dan alokasi anggaran yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi tunggakan pembayaran.

“Kami ingin sama-sama mencari jalan terbaik bersama DPRD agar tidak terus menerus terjadi tunggakan, kami juga ingin agar pemegang kebijakan lebih bijaksana dalam menyikapi permasalahan pembayaran tunjangan dengan mengambil langkah positif serta pengelolaannya dilakukan secara transparan dan akuntabel,” kata Dedi.

Menurut Dedi, meski sekolah diliburkan namun sejumlah tugas sudah diberikan kepada murid untuk dikerjakan dirumah. Usai berunjuk rasa di DPRD, 4.000 orang guru ini membubarkan diri. Jalan di sekitar DPRD praktis macet karena guru banyak menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua.

Macet dan kepadatan massa tak hanya terjadi di kawasan DPRD yang berdekatan dengan alun-alun Sumedang, melainkan hampir di sepanjang jalan raya Sumedang kota. Pasalnya, usai membubarkan diri dari berunjuk rasa, ribuan guru ini menyerbu pasar Sumedang, pertokoan, tukang baso, dan beberapa tempat makanan lainnya. Nyaris, sepanjang jalan raya Sumedang dipadati dengan guru yang menggunakan seragam PGRI.[ang]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Guru Tuntut Tunjangan, Eh Ternyata Sudah Dikirim
TPP Tak Kunjung Cair, Ribuan Guru Ancam Demo
Guru Demo, Sebagian Sekolah di Sumedang Libur