POLITIK DAN PEMERINTAHAN
Hasil Survei Pemilukada Menyesatkan
Oleh: Ahmad Sayuti & Dadi Haryadi
Rabu, 6 Februari 2013, 06:45 WIB

INBILAH, Bandung - Masih 19 hari lagi Pemilukada Jabar. Namun, banyak lembaga merilis hasil survei terhadap pasangan calon. Yang terbaru datang dari Lingkar Survei Indonesia (LSI) dan Citra Komunikasi LSI.

Maraknya survei ini mendaapatkan nkritiukan dari pakar politik dari Universitas Parahyagan Asep Warlan Yusuf. Bagi Asep, survei tersebut tak terjamin kesahihannya, bahkan Asep berani menyebutnya sebagai pesanan.

”Kalau tingkat error-nya hasil survei itu 1-2,5% itu masih objektif. Tapi kalau sudah sampai 5% ke atas itu menyesatkan,” papar pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) itu saat dihubungi INILAH via telepon seluler, Selasa (5/2/2013) malam.

Asep menyebutkan, fakta yang paling meyakinkan dan membenarkan siapa yang akan menang adalah saat kampanye nanti. Dalam ajang itu, kata Asep, bisa terlihat saat masing-masing pasangan calon mengampanyekan visi dan misinya.

Makanya, jelas Asep, dukungan yang menyatakan bahwa pasangan calon tertentu bakal menang versi lembaga survei, bukan fakta sesungguhnya. Sebab, kata dia, saat ini bisa saja yang memilih itu hanya simpatisan pasangan calon.

“Apalagi tidak bisa dipastikan apakah lembaga survei itu objektif, profesional dan memegang erat kode etik. Karena bisa saja lembaga survei dipesan, dan hasilnya sudah ada dalam amplop di laci,” paparnya.

Lebih lanjut Asep meminta pasangan yang unggul versi survei tidak jemawa. Pasalnya, tandas Asep, yang nantinya paling menentukan masyarakat memilih adalah ketika para calon menyampaikan visi dan misinya.

”Saat kampanye itu, warga yang tidak memilih saat uji sampling lembaga survei bisa mendukung si calon. Kalau sebelum kampanye yang memilih hanya simpatisan dan kader saja. Tapi saat kampanye, rakyat biasa pun bisa memberikan dukungan,” tandasnya.

Selasa (5/2/2013) kemarin, LSI dan Citra Komunikasi LSI merilis hasil survei terhadap lima pasangan calon. Dede Yusuf-Lex Laksamana ternyata masih berada di posisi teratas dengan 35,3%. Meski begitu, posisi tersebut terbilang belum aman dan rawan tersalip pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar yang memperoleh 27,4% suara.

"Pasangan Dede-Lex belum aman karena sewaktu-waktu bisa disalip Aher-Deddy Mizwar," ujar Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah di Cafe Legian Terace, Selasa (5/2/2013).

Dia menjelaskan, survei tersebut menggunakan metodologi multistage random sampling dengan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Pengumpulan data dilakukan terhitung 10-16 Januari 2013. Jumlah responden 440 responden dengan komposisi 50% laki-laki dan 50% perempuan.

"Kedua pasangan ini memiliki perbedaan yang tipis sedangkan margin of error sebesar 4,8%," katanya.

Menurui Asep, Aher masih bisa bernapas lega. Sebab, sekitar 40,5% responden masih menginginkan dirinya kembali memimpin Jabar. Selain itu, Aher juga teramankan berkat popularitas dan elektabilitas Deddy Mizwar.

Tercatat, responden yang mengenal Deddy Mizwar sebesar 89,1%. Sementara responden yang menyukai aktor sekaligus sutradara itu sebesar 79,5%. "Kontribusi Deddy Mizwar terhadap Aher sangat besar dan paling tinggi dibandingkan kandidat calon wakil gubernur lainnya," bebernya.

Sementara itu, lanjutnya, pasangan Rieke Diah Pitaloka berada di posisi ketiga dengan raihan 13,2%. Pasangan nomor urut 5 ini diprediksi berpotensi mendapat keuntungan dari efek buruk elektoral kasus LHI.

Kemudian, posisi keempat diduduki pasangan nomor urut 2, Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang sebesar 9,5%. Lalu di posisi terakhir pasangan nomor 1, Dikdik Mulyana-Cecep Toyib 0,7%.

"Sepertinya Yance dan Dikdik sulit bersaing dengan ketiga pasangan yang memiliki kandidat dari kalangan artis ini," pungkasnya. [den]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Pemilih Pilbup Cirebon 2013 Berkurang 10 Ribu
32,5 Juta Surat Suara Bekas Pilgub Jabar Telantar
Suara Gamelan Sunda Melantun di Jalan Asia Afrika
Sebelum Dilantik, Aher Keliling Pakuan Naik Sepeda
Resmi Kapolda Jabar, Alius Ikut Pelantikan Besok