EKONOMI
Koperasi di Jabar Kurang Mendapat Perhatian
Oleh: Astri Agustina
Senin, 11 Februari 2013, 15:40 WIB

INILAH.COM, Bandung - Ketua Dewan Koperasi Indonesia wilayah Provinsi Jawa Barat, Wan Ibrahim mengatakan perkoperasi di Jawa Barat hingga kini masih kurang perhatian pemerintah sehingga tak ada perkembangan.

Kebijakan pemerintah mengenai koperasi masih sangat lemah. Yang mendapatkan perhatian pemerintah, kata Wan, justru usaha individu dan pemodal besar sehingga ada ketidakseimbangan.

“Perhatian pemerintah terhadap koperasi sangat minim sekali. Selama ini, pemerintah lebih mengarahkan kebijakannya pada usaha individu dan tidak mengarah pada usaha kerjasama,” ujar Wan di sela acara Rapat Kerja Dekopinwil Jabar di Hotel Bumi Asih Jaya Jln.Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (11/2/2013).

Seharusnya, lanjut Wan, pemerintah lebih memperhatikan koperasi agar terus mengalami perkembangan. Terutama bila dibandingkan dengan negara tetangga yakni Malaysia, kondisi seperti ini sangat memprihatinkan.

Di Malaysia, kondisi koperasi sangat maju. Hal tersebut dikarenakan perhatian pemerintah sangat fokus sehingga membuat anggota koperasi menjadi sejahtera. Maka dari itu koperasi di Malaysia lebih baik dibandingkan Indonesia.

“Pemerintah Malaysia itu lebih mengutamakan koperasi. Maka dari itu, koperasi di sana maju pesat dan anggotanya pun sejahtera. Dibandingkan Indonesia, kurang mendapatkan perhatian, akibatnya lebih mudah diakali para spekulan,” jelasnya.

Lambatnya perkembangan koperasi di Indonesia, menyebabkan koperasi masih sulit mengakses program pembiayaan pemerintah. Seperti kredit usaha rakyat (KUR), kredit cinta rakyat (KCR) dan sebagainya.

“Bisa disebutkan, ada lima faktor yang membuat gerakan koperasi di Jabar tersendat. Yakni masalah SDM, akses modal, akses pasar dan beberapa faktor lainnya. Selain itu komitmen keberpihakan terhadap gerakan koperasi pun masih sangat lemah,” tutupnya. [ito]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Tim Sepatu Roda Jabar Tambah Kekuatan untuk PON
Dewan Usulkan Pembentukan Pansus Peningkatan PAD
Jelang PON XIX, KONI Jabar Pantau Talenta 'Emas'
Aher Berharap UMK 2015 Dapat Sejahterakan Buruh
Pemprov Resmikan e-Samsat Pertama di Indonesia