LINTAS JABAR
DPRD Nilai RSUD Cianjur Teledor
Oleh: Benny Bastiandy
Senin, 11 Februari 2013, 16:07 WIB

INILAH.COM, Cianjur - DPRD Kabupaten Cianjur menyayangkan ambruknya atap di Ruang Markisa RSUD Cianjur hingga mengakibatkan sebanyak 26 bayi dipindahkan ke ruangan lainnya.

Terlepas insiden tersebut diakibatkan faktor alam karena diguyur hujan deras, DPRD mengindikasikan kondisi itu lantaran keteledoran pihak RSUD Cianjur yang tak mengantisipasi dini.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Ahmad Zeni Khoerruzaini mengaku, dipindahkannya puluhan pasien bayi itu dikhawatirkan bisa mengakibatkan kesehatan mereka bisa lebih terganggu. Sebab, adanya pemindahan itu menyebabkan terjadinya penumpukan bayi di satu ruangan.

"Idealnya, pemindahan itu dilakukan ke ruangan yang lebih representatif, bukan ke ruangan yang awalnya sudah dipenuhi pasien. Intinya, jangan sembarang memindahkan pasien, apalagi pasien bayi yang masih rentan," kata Zeni, Senin (11/2/2013).

Zeni mengakui jika selama ini pelayanan di RSUD Cianjur tidak optimal. Malahan terkesan lebih mementingkan sisi komersial daripada pelayanan kepada masyarakat

"Kita sering menerima laporan dari masyarakat mengeluhkan pelayanan di rumah sakit. Kondisi ini jadi semacam kejadian berulang yang selalu terjadi. Tapi anehnya tidak ada solusi," ujarnya.

DPRD sendiri sudah sering menggelar rapat kerja dan koordinasi dengan RSUD Cianjur mempertanyakan kualitas pelayanan terhadap pasien. Namun, kata Zeni, pihak RSUD sendiri selalu memberikan alasan klasik, misalnya saja kekurangan tenaga medis.

"Banyak pasien yang kerap telantar. Kondisi ini sering terjadi namun tidak ada pemecahannya. Kita sudah menanyakan kalau memang kekurangan tenaga medis berapa yang dibutuhkan, nanti kita coba upayakan. Jika terus dibiarkan tanpa ada solusi, kasihan pasien. Kalau berbicara masalah minim anggaran, sesuatu yang mustahil karena rumah sakit itu statusnya sudah BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Artinya, rumah sakit mengelola pendapatan keuangan sendiri," tuturnya.

Wakil Bupati Cianjur, Suranto mengatakan, ambruknya atap bangunan di Ruang Markisa lebih dikarenakan faktor cuaca bersamaan musim hujan disertai angin kencang. Menurutnya, kondisi tersebut mengakibatkan air hujan rembes hingga menggenangi atap yang terbuat dari gypsum.

"Karena sudah tak kuat lagi, atap gypsum itu ambruk. Saya tadi sudah meninjau ke RSUD Cianjur. Tidak ada unsur keteledoran," katanya.
Menurutnya, saat ini kondisinya atap bangunan sudah diperbaiki dengan terlebih dahulu memindahkan puluhan pasien bayi yang sedang dirawat. "Pihak rumah sakit sendiri saat ini sedang memperbaikinya. Untuk sementara, Ruang Markisa dikosongkan terlebih dahulu," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 26 bayi di Kamar B Ruang Markisa RSUD Cianjur, sejak Sabtu (9/2/2013) terpaksa dipindahkan ke Kamar C dan D lantaran atap kamar bocor bersamaan hujan deras disertai angin kencang. Saat ini, atap di kamar tersebut terancam ambruk.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, bocornya atap kamar B terjadi bersamaan hujan deras dan angin kencang, Sabtu (9/2/2013) sejak pukul 14.30 WIB. Atap kamar B yang dihuni sekitar 20 orang bayi mengalami bocor, sehingga para perawat terpaksa memindahkannya ke Kamar C dan D di ruangan tersebut.

Khawatir ambruk, enam bayi yang masih ada di Kamar B, Minggu (10/2/2013) akhirnya ikut dipindahkan bersama 20 orang bayi lainnya yang terlebih dahulu berada di Kamar C dan D.

"Saat itu hujan memang deras. Pertama kali bagian atap teras yang ambruk karena bocor. Karena khawatir terjadi apa-apa, saya mengecek ke kamar anak saya dirawat. Ternyata kamar bocor sehingga saya meminta agar dipindahkan," kata Ridwan Nurdika (30), warga Kecamatan Sukaluyu di RSUD Cianjur. [ito]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Prabowo-Hatta Menang di TPS RSUD Cianjur
RSUD Cianjur Siap Terima Jenazah Imigran
Pasien RSUD Cianjur Keluhkan Pasokan Air Bersih
Dua Pekan, RSUD Cianjur Urus 8 Mayat Tak Dikenal
Mandikan Jasad Pengidap AIDS, Utamakan Keselamatan