ASPIRASI
Kopassus di Tengah Sorotan
Oleh:
Rabu, 17 April 2013, 08:30 WIB

INILAH, Bandung - Tanggal 16 April kemarin, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD memeringati hari jadinya yang ke-61 tahun. Secara resmi, acara peringatan secara sederhana digelar di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, dan dihadiri sejumlah tokoh nasional.

Namun,hari ulang tahun (HUT) Kopassus kali ini menyisakan persoalan sekaligus pekerjaan rumah (PR) yang selama ini menjadi sorotan publik. Apalagi kalau bukan soal aksi 11 anggota Kopassus Grup 2 Kartosuroyang menyerbu di LP Cebongan,Sleman,Yogyakarta. Dalam penyerbuan ini, oknum anggota Kopassus ini menembak mati empat tahanan yang menjadi tersangka pembunuhan anggota Kopassus, alm Serka Heru Santoso.

Jiwa korsa –yang berlebihan– disebut-sebut sebagai salah satu alasan terjadinya penyerbuan oleh 11 prajurit Kopassus ke LP Cebongantersebut. Loyalitas dan kehormatan sebagai prajurit Kopassus, disikapi secara salah sehingga menimbulkan perilaku yang menyimpang jauh dari tujuan pembentukan pasukan elite TNI AD tersebut.

Kasus paling mutakhir ini, menambah panjang daftar insiden memalukan yang sempat mencoreng nama Kopassus. Pada 1998, nama Kopassus dikait-kaitkan dengan aktivitas Tim Mawaryang dituding bertanggung jawab terhadap penculikan dan penghilangan nyawa beberapa aktivis prodemokrasi.

Nama Kopassus kembali tercoreng setelah Peristiwa Mei 1998, ketika banyak hasil penelitian tim pencari fakta independen menemukan adanya organisasi terstruktur rapi dalam militer yang dengan sengaja dan maksud tertentu menyulut kerusuhan massa di Jakarta dan Surakarta.

Pada 2007, masalah Tim Mawar ini kembali mencuat ke permukaan melihat kenyataan bahwa 11 tentara yang terlibat (6 di antaranya dipecat pada 1999), ternyata tidak jadi dipecat tetapi tetap meniti karier, naik pangkat, dan beberapa diketahui memegang posisi penting seperti Dandimdengan pangkat kolonel.

Di luar itu, sejarah mencatat, Kopassus yang pada awal pendiriannya pada 1952 bernama Kesatuan Komando Tentara Teritorium III/Siliwangi (Kesko TT) ini memberikan andil besar pada keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebut saja berbagai operasi yang berhasil diselesaikan dengan baik oleh korps baret merah ini, seperti operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Peperadi Irian Barat, Operasi Serojadi Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPKdi Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya yang bersifat rahasia.

Dengan serentetan peristiwa tersebut, peringatan hari jadi ini seharusnya menjadi momen evaluasi korps baret merah. Ke depan, Kopassus tentunya harus lebih baik dengan tetap menjunjung tinggi hukum yang merupakan sendi dasar NKRI, serta tampil menjadi kesatuan yang membanggakan bangsa Indonesia. Selamat HUT Kopassus. [den]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Kopassus di Tengah Sorotan