EKONOMI
Budi Daya Ikan Tawar di Subang Sekarat
Oleh: Zaenal Mutaqin
Kamis, 30 Mei 2013, 06:15 WIB

INILAH, Subang - Target produksi budi daya perikanan Jabar terancam menyusul banyaknya pembudi daya gulung tikar akibat naiknya harga pakan.

Selain melambungnya harga pakan, ancaman kebangkrutan pembudi daya ikan juga dipicu melonjaknya harga benih ikan emas.

Abdul Sodiq (32), pembudi daya ikan tawar asal Desa/Kecamatasn Cisalak mengatakan, mahalnya harga pakan dan benih menjadi penyebab utama gulung tikarnya puluhan pembudi daya ikan tawar di sepanjang Sungai Cikaruncang.

"Selama dua tahun ini ada 15 pemudi daya ikan tawar di sini yang gulung tikar, iya harga pakan yang terus merangkak," ujar Sodiq, Rabu (29/5).

Sodiq menuturkan, harga pakan saat ini mencapai Rp672.000 per kuintal, apabila menanam ikan sebanyak 4 kuintal maka dalam tempo tiga hari pakan tersebut sudah habis. Padahal, harga pakan terus mengalami kenaikan.

Dia berharap, pemerintah daerah mampu memfasilitasi pembudi daya agar bisa mendapatkan harga pakan dan benih terjangkau. Sehingga usaha yang mereka andalkan selama ini bisa kembali berjalan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Barat Hery Gunawadi mengatakan, target produksi budi daya perikanan Jabar pada tahun ini mencapai 950 ribu ton. Jumlah ini naik sekitar 20% dari target tahun lalu yang hanya 749 ribu ton. "Target tahun ini cukup besar sekitar 950 ribu ton," ujarnya belum lama ini. [den]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Tiga Negara Asia Studi Banding ke Subang
Kades ke Bali, Warga Subang Kesulitan Urus Surat
(Kebakaran Pipa di Subang) Libatkan Orang Pertamina, Polisi Buru 4 DPO
Jalan Rusak di Subang Tak Kunjung Diperbaiki
Pipa Pertamina di Subang Sudah Kembali Normal