EKONOMI
Mei 2013, Harga GKP Ditingkat Petani Naik
Oleh: Astri Agustina
Senin, 3 Juni 2013, 14:53 WIB

INILAH.COM, Bandung - Rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) petani di Jawa Barat pada bulan Mei 2013 mengalami kenaikan sebesar 2,89 persen atau Rp3.928 per kilogram dibandingkan harga pada April 2013 sebesar Rp3.818 per kilogram.

Kenaikan harga bukan hanya terjadi pada GKP, tetapi juga pada Gabah Kering Giling (GKG) dengan besar persentase 1,40 persen dari Rp4.453 menjadi Rp4.515. Sementara gabah kualitas rendah turun 0,19 persen dari Rp3.496 menjadi Rp3.489.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Dody Gunawan Yusuf mengatakan, survei harga produsen gabah mencatat 197 transaksi gabah di Jawa Barat yang tersebar di 15 Kabupaten terpilih. Observasi didominasi oleh transaksi gabah kualitas GKP yakni sebanyak 152 observasi atau 77,16 persen.

"Dari hasil pengamatan transaksi gabah selama Mei 2013, seluruhnya berada di atas HPP (Harga Pembelian Pemerintah)," ujar Dody kepada wartawan saat ditemui di Kantor BPS Jabar, Jalan PHH Mustofa Kota Bandung, Senin (3/6/2013).

Berdasarkan INPRES No 3 tahun 2012, HPH GKP ditingkat petani seharga Rp3.300 perkilogram, GKP ditingkat penggilingan Rp3.350 dan GKG ditingkat penggilingan sebesar Rp4.150.

Dari hasil pengamatan, kata Dody, GKP petani terendah seharga Rp3.400 perkilogram dijumpai di Kabupaten Cianjur (enam observasi) dan Kabupaten Garut (tiga observasi) untuk varietas Ciherang, Mikongga dan IR 64. Sementara GKP tertinggi petani sebesar Rp4.725 dijumpai di Kabupaten Subang (satu observasi) dengan varietas Ciherang.

Berdasarkan jenis varietas, lanjutnya, gabah yang ditransaksikan petani Jabar pada Mei 2013 didominasi oleh Varietas Ciherang sebanyak 108 observasi dari 197 atau 54,82 persen. Kemudian disusul varietas IR 64 sebanyak 42 observasi (21,32 persen).

"Lalu varietas Mikongga 17 observasi (8,63 persen), varietas sintanur 9 observasi (4,57 persen), Sidenok 5 observasi (2,54 persen), Muncul 3 observasi (1,52 persen), Pandanwangi 1,52 persen dan lain-lain (5,08 persen) terdiri dari Inpari, Midun, Sarinah, Cisadane, Kebo dan Situbagendit," jelasnya.

Dody memaparkan, ditingkat penggilingan harga GKG terendah seharga Rp4.000 perkilogram terjadi di Kabupaten Indramayu (1 observasi) untuk varietas Kebo. Sementara tertinggi di Kabupaten Bandung (1 observasi) dengan varietas Sintanur.

Secara umum, mutu gabah dilihat dari kadar air dan kadar hampa/kotoran yang terkandung dalam gabah, dalam enam bulan terakhir, kadar gula air gabah untuk kualitas GKP berada pada kisaran 17,12 sampai 18,36 persen dan GKG antara 12,06 sampai 13,16 persen.

"Sementara untuk kadar hampa atau kotoran GKP berada pada kisaran 5,13 sampai 5,59 persen. Untuk kualitas GKG pada kisaran 2,27 sampai 2,65 persen. Pada Mei 2013, kadar air GKP maupun GKG mengalami sedikit penurunan yaitu dari 18,36 menjadi 18,07 persen (GKP) dan dari 13,16 menjadi 12,03 persen (GKG)," tutupnya.[ang]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Curah Hujan Tinggi, Masa Tanam Padi Terganggu
Harga Gabah di Subang Anjlok
Harga Meroket, Tukang Gorengan Batasi Cabai
Kebutuhan Pokok, Pemerintah Harus Dampingi Petani
Petani Jamur Terkendala Teknis Distribusi