OLAHRAGA
SSB Saswco, Raih Prestasi di Tengah Keterbatasan
Oleh: Yogo Triastopo
Jumat, 21 Juni 2013, 09:56 WIB

INILAH.COM, Bandung - Keterbatasan fasilitas tak menghambat Sekolah Sepak Bola (SSB) Saswco meraih prestasi. Terakhir mereka merajai regional Asia Fasific Manchester United Premier Cup (MUPC) U-15 2013.

Sejak didirikan 2002 silam, sekolah sepak bola (SSB) ini sudah menyabet ratusan penghargaan. Terlihat, beberapa trofi bergengsi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional memenuhi ruangan kantor SSB Saswco. Paling mencolok adalah trofi MUPC yang baru diraihnya.

Untuk kali pertama sepanjang tujuh kali penyelenggaraan MUPC, Saswco yang mewakili Indonesia akan tampil di MUPC Finals di Theatre of Dreams Old Trafford Manchester. Rencananya, MUPC Finals ini akan digelar pada 2 Agustus mendatang.

Ketua Harian SSB Saswco Yoko Angga Surya mengatakan, kendati berdiri di tengah keterbatasan fasilitas, dia merasakan satu kebanggaan. Sebab, Saswco mampu membawa nama harum bangsa di kancah sepak bola internasional.

“Saya sangat bangga karena Saswco berhasil mewakili Indonesia di olah raga sepakbola internasional. Meskipun Saswco tidak sehebat seperti SSB lain, yang di lengkapi dengan fasilitas pendukung. Namun, Saswco tetap dapat memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia, ” kata Yoko ketika ditemui di kantornya, kawasan Arcamanik Kota Bandung, beberapa hari lalu.

Hingga kini, kondisi lapangan untuk berlatih sekitar 300 siswa Saswco tak berubah. Malah semakin terpuruk. Dari sekitar tiga lapangan yang biasa digunakan, saat ini tinggal satu lapangan saja karena tergerus pembangunan sarana olah raga (SOR) di kawasan Arcamanik.

“Kalau bicara soal fasilitas, kami memang tidak memiliki fasilitas terbaik. Saat ini saja kami berlatih di lapangan yang menurut saya kurang maksimal. Tetapi, di lapangan dengan kondisi seperti itu saja, anak-anak sudah membuktikan diri dan memberikan yang terbaik. Apalagi kalau didukung dengan fasilitas lapang yang bagus, mungkin prestasinya akan semakin bagus,” ucapnya.


Ya, jika menilik langsung, kondisi lapangan itu memang sangat mengkhawatirkan, karena hanya dibalut pasir dengan hiasan sedikit rumput liar. Mirisnya, lapangan tersebut bukan milik pribadi, melainkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di kawasan Arcamanik. [gin]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Ini Alasan Persib Selalu Menang Tipis dari PBR
Konate Optimistis Persib Menang Lawan PBR
Atep: Persib Wajib Menang Lawan PBR
Bukan Bepe-Gaston yang Dikhawatirkan Djanur
Terkait Sanksi PSSI, Persib Belum Bersikap