ASPIRASI
Untuk Apa Lagi Menggugat ke MK
Oleh:
Senin, 24 Juni 2013, 07:45 WIB

INILAH, Bandung - Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2013 telah mencapai klimaks dengan digelarnya pemungutan suara atau pencoblosan di 4.119 TPS yang tersebar di seantero Kota Kembang, Minggu (23/6) kemarin. Sebanyak 1.658.505 orang yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) pun telah menentukan pilihannya.

Hasilnya? Memang belum ada secara resmi, karena KPU masih melakukan penghitungan manual. Namun dalam beberapa quick count, pasangan nomor urut 4 Ridwal Kamil-Oded M Danial berada di atas angin. Bahkan, hampir dipastikan pasangan calon yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra tersebut akan memimpin Kota Bandung dalam lima tahun ke depan. Hal itu karena kemenangan mereka begitu telak meninggalkan tujuh pasangan calon lainnya.

Berdasarkan hitung cepat Jaringan Suara Indonesia (JSI), nama pasangan yang disingkat Rido tersebut memperoleh 44,55%, jauh mengungguli saingan terdekatnya, pasangan Edi Siswadi-Erwan Setiawan/Eswan (17,63%), lalu Ayi Vivananda-Nani Suryani/AN (15,38%). Sedangkan lima pasangan lainnya tidak masuk hitungan karena hanya memperoleh suara di bawah 10%. Hasil hitung cepat internal Media Center Rido juga tidak jauh beda. Dalam hitung cepat tersebut, Rido memperoleh 45,56%, disusul Eswan (17,34%), dan AN (15,31%).

Angka-angka itu memang sifatnya sementara dan tidak bisa dijadikan landasan untuk menyatakan bahwa pasangan Rido memenangi Pilwalkot Bandung. Namun, berdasarkan pengalaman pada pemilukada sebelumnya, quick count tidak berbeda jauh hasilnya dengan real count yang dilakukan KPU.

Namun seperti pengalaman sebelumnya, hasil pemilukada tak lepas dari gugat-menggugat. Pada 2012 lalu misalnya, dari 77 pemilukada baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, 59 di antaranya atau 76,62% harus diselesaikan dalam sidang sengketa pemilukada di Mahkamah Konstitusi (MK).

Apakah Pilwalkot Bandung harus juga berakhir di meja MK? Kita berharap tidak. Kita berharap tujuh pasangan calon yang nantinya dinyatakan kalah, bisa menerima keputusan rakyat ini dengan legawa. Tidak mencari-cari alasan untuk melayangkan gugatan, apakah itu soal black campaign, money politics, atau penggelembungan suara dan lain-lain. Apalagi –jika hasil quick qount ini sama dengan real count KPU- perbedaan perolehan suaranya teramat jauh sekitar 27%, dengan begitu gugatan yang dilayangkan pun kemungkinan besar tidak bisa mengubah hasil akhir.

Kita berharap semua pasangan calon memenuhi janjinya, yakni siap menang dan siap kalah dalam Pilwalkot Bandung 2013 ini. Sehingga,Pilwalkot Bandung berakhir manis tanpa adanya gugatan. [den]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
DBD Renggut Tiga Nyawa Warga Kabupaten Bandung
Perwira Kopassus Belum Tentu Jadi Kasatpol PP
Demokrat Pertanyakan TNI Jadi Kasatpol PP
Anggaran Porda Tak Cair, KONI Kab Bandung Was-was
Sekwan DPRD akan Evaluasi Kegiatan Outbound