LINTAS JABAR
Akhir Agustus, Pemkab Relokasi Pedagang Pasar Rebo
Oleh: Asep Mulyana
Rabu, 14 Agustus 2013, 19:03 WIB

INILAH.COM, Purwakarta – Pemkab Purwakarta akan merelokasi ratusan pedagang Pasar Rebo pada akhir Agustus mendatang. Pasalnya, pemkab setempat berencana menata ulang salah satu pasar tradisional tersebut. Penataan tersebut sudah tertuang dalam rancangan pembangunan jangka panjang daerah (RPJMPD).

Menurut Kabag Perekonomian Setda Purwakarta, Taufik Rahman, rencana penataan pasar tradisional ini sudah mendapat pembahasan secara intensif. Bahkan, sudah dilakukan rapat kordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Pedagangan setempat. Nantinya, para pedagang di Pasar Rebo akan direlokasi ke Pasar Simpang.

“Sebelumnya, sempat mendapat penolakan dari para pedagang. Tapi, bagaimana pun juga pemindahan ini harus terealisasi. Karena, lokasi tersebut akan ditata ulang,” ujar Taufik, kepada sejumlah wartawan, Rabu (14/8/2013).

Taufik menjelaskan, dalam pembahasan yang dilakukan, selain membicarakan rencana pembongkaran Pasar Rebo, saat itu sekaligus dibuat jadwal pemindahan pedagang Pasar Plered ke Pasar Citeko.

Dia mengakui, alasan pedagang Pasar Rebo harus pindah lantaran telah habis kontrak. Dengan begitu, nantinya para pedagang ini akan dipindahkan ke Pasar Rebo Simpang dan bergabung dengan pedagang yang telah lebih dulu pindah.

Terkait dana stimulus bagi para pedagang Pasar Rebo dan Simpang, dia mengungkapkan, sampai saat ini dana tersebut sudah dicairkan sebesar Rp1 miliar. Menurutnya, pencairan ini terus dilakukan hingga semua pedagang yang ada mendapat dana tersebut. Adapun alokasi dana stimulus untuk masing-masing pedagang, yakni sebesar Rp15 juta.

Pada bagian lain, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menegaskan berkomitmen menata seluruh pasar tradisional yang ada. Dengan kata lain, tidak hanya menata Pasar Rebo, Pasar Simpang dan Pasar Plered saja namun juga mulai memproses pembangunan Pasar Leuwi Panjang yang berdekatan dengan pusat kota.

“Pembiayaan pembangunan pasar Leuwi Panjang dilakukan secara multiyear. Karena, kebutuhan anggarannya sebesar Rp35 miliar. Adapun anggarannya bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus),” ujar Dedi. [gin]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Relokasi Terminal Banjaran Terganjal Lahan
Gagal Relokasi Pasar, DPRD Tunggu Ketegasan Pemkab
PT KAI Tidak Wajib Melakukan Relokasi
PT KAI Tata Aset, Penyewa Ingin Relokasi
Kadeudeuh Cikapundung, Pemkot Konsultasi ke BPK