LINGKAR BANDUNG
FKPPI Nilai Penyataan Panglima TNI Kurang Tepat
Oleh: Dani R Nugraha
Minggu, 15 September 2013, 12:30 WIB

INILAH.COM, Soreang - Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI Polri (FKPPI) Pengurus Daerah (PD) Jabar, menilai pernyataan Panglima Jenderal TNI Moeldoko soal pelarangan penggunaan atribut militer bagi Organisasi Masyarakat (Ormas) tidak sepenuhnya tepat.

Ketua PD Generasi Muda (GM) FKPPI Jabar, Ari Garnida mengatakan, pelarangan tersebut dirasa kurang tepat terutama untuk ormas yang dipimpinnya karena memiliki peraturan, etika dan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta kurikulum yang jelas. Tidak asal memakai atribut dan menyalahgunakannya.

"Kami menggunakan atribut seperti seragam, wing dan lainnya tidak sembarangan. Tapi ditempuh melalui pendidikan dan berbagai tahapan dan kami juga dilatih, dididik kedisiplinan, kemiliteran dan bela negara oleh TNI Polri," kata Ari Garnida di Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (15/9).

Ari mengatakan, sangat wajar jika anggota FKPPI menggunakan atribut militer. Karena, sebagai keluarga dan putra-putri pejuang, Purnawirawan, TNI dan Polri bangga terhadap para orang tuanya saat memperjuangkan dan mengabdi kepada negara ini. Jadi sangat wajar jika mengasosiasikannya dalam bentuk Ormas.

"Sebelum masuk ke FKPPI, saya juga sempat berpikiran seperti itu. Tapi setelah berada di dalam organisasi ini, justru saya merasakan hal berbeda. Ini menjadi bagian dalam diri kami, serta banyak hal positif dan hikmah yang bisa kami raih di dalamnya," ujar Ari.

Dengan diwadahi dalam organisasi ini, lanbutnya, dapat membentuk pribadi yang tangguh, bertanggungjawab, saling mengasihi serta disiplin. Sangat jauh sekali dari sikap arogan, maupun brutal.

"Kalau dulu terkenal anak kolong itu nakal dan suka bikin onar. Mentang-mentang orang tuanya tentara atau polisi, tapi setelah masuk FKPPI sudah tidak ada lagi yang seperti itu. Sehingga menurut saya untuk organisasi kami yang jelas peraturan, pendidikan, AD/ART dan pembinaannya pelarangan seperti itu tidak tepat," katanya.

Hal senada dikatakan Ketua Ormas Pengurus Cabang (PC) FKPPI Kabupaten Bandung, Bambang Budiraharjo, menurutnya citra negatif yang menempel pada ormas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), itu terjadi karena oknum saja. Pada dasarnya tidak ada ormas dan LSM mana pun secara organisasi mengajarkan atau memerintahkan untuk berperilaku negatif. Sehingga, kata dia, yang salah adalah lemahnya pengawasan serta pembinaan terhadap ormas, LSM tersebut.

"Kalau pakai atribut buat jago-jagoan, bikin keonaran dan mabok-mabokan itu yang salah oknum orangnya. Harus ada kontrol atau pengawasan dan saling mengingatkan dari anggotanya sendiri. Dan Alhamdulilah, sampai sekarang tidak terjadi di FKPPI. Karena harus disadari kami membawa nama baik orang tua," ujar Bambang.

Seperti diketahui, Panglima TNI, Jenderal Moeldoko menyatakan, pihaknya akan menindak tegas Organisasi masyarakat (ormas) yang mengenakan seragam ala TNI dengan maksud menjaga nama baik TNI.

“Tidak ada lagi ormas menggunakan seragam ala TNI dan sudah saya instruksikan untuk dibersihkan,” ujar Moeldoko usai Sertijab panglima TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (4/8).

Menurut Moeldoko, ormas dilarang menggunakan seragam atau atribut yang sama dengan lembaga pemerintahan. Itu jelas berdasarkan undang undang. Dalam melakukan penertiban, kata mantan Kasad, pihaknya akan menggunakan cara-cara persuasif. “Awalnya akan dilakukan tindakan persuasif dan jika tidak bisa akan dilakukan tindakan represif,” tegasnya.[ang]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
GM FKPPI: RI Butuh Pemimpin Berkharisma
TNI: Relawan yang Kecewa Tuding Babinsa Tak Netral
FKPPI Nilai Penyataan Panglima TNI Kurang Tepat
Tugas Berat Menanti Panglima TNI Baru
Anggota Wanita Dilecehkan, FKPPI Geruduk Satpol PP