EKONOMI
Holcim Dirikan Batching Plant di Bandung
Oleh: Dadi Haryadi
Rabu, 18 September 2013, 13:41 WIB

INILAH.COM, Bandung - Pertumbuhan kota-kota besar yang pesat mendorong produsen semen dan beton untuk memperluas jangkauan pasar. Menyadari hal tersebut, Holcim memasarkan produk beton siap pakai ke area-area potensial di Indonesia, termasuk Bandung.

General Manager RMX Operation Holcim Indonesia, Budi W Kanantyo mengatakan Batching Plan (BP) Bandung yang berdiri sejak awal 2013 ini memiliki kapasitas produksi sebesar 45-50 meter kubik/jam. Besarnya kapasitas produksi tersebut dibuat demi memenuhi kebutuhan akan produk beton berkualitas tinggi.

"Bandung merupakan pasar yang potensial, karena pertumbuhannya sangat pesat," ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/9/2013).

Dia menjelaskan BP Bandung merupakan area produksi ke-29 dari target pembangunan BP tahun ini sebanyak 32 unit. Pembangunan BP ini menghabiskan investasi sebesar Rp10 miliar. Tahun depan, pihaknya menargetkan mampu membangun 8 unit serupa di Jawa.

Menurutnya, BP Bandung termasuk kategori komersial plant, yakni plant yang tidak bisa berpindah tempat. Sedangkan plant lain ada yang bersifat on site, yakni bisa berpindah-pindah.

"Kami berusaha memperluas pangsa pasar sekaligus memperkenalkan inovasi produk beton," ucapnya.

Lebih lanjut dituturkannya terjadi perubahan kebutuhan masyarakat di kota urban seperti bandung, dari semen sack menjadi ready mix. Selain tidak perlu repot mengaduk sendiri, ready mix menjadi pilihan utama karena memiliki standar.

Untuk ready mix, pihaknya membidik pasar dari kalangan industri, resident, retail dan individu. Ditargetkan permintaan bisa mencapai 3.000-4.000 meter kubik/bulan.

Selama ini, masyarakat baru mengenal produk Holcim berupa semen sack. Padahal, pihaknya memiliki produk lainnya, di antaranya Colored Concrete yang merupakan beton berwarna yang dapat disesuaikan dengan kreativitas konsumen penggunanya.

Selain itu, pihaknya juga memiliki Speedcrete yang merupakan produk yang cocok untuk perbaikan jalan raya. Sebab, proses perbaikan memakan waktu hanya sekitar 8-12 jam. Produk inovatif lainnya adalah Thrucrete yang merupakan beton ramah lingkungan karena dapat membiarkan air tetap terserap tanah.

"Kami juga memiliki Minimix, yakni armada truk pencampur beton berukuran sepertiga lebih kecil dari truk biasa, sehingga sangat cocok melalui jalan di Bandung yang terbilang kecil," pungkasnya.[jul]

Share berita: Facebook | Twitter
TERKAIT
Selama Pileg 2014, Polisi Sita Ribuan Miras
Lolos Tes, 70 CPNS di Kab Bandung Mundur Sukarela
Minat Baca Warga Kab Bandung Masih Rendah
Caleg Gagal Hambat Pelaporan Dana Kampanye Parpol
Eksotika Bandung di Mata Duta Besar Perancis