• Dari Jemuran Lalu Duel Adik-Kaka dan Berujung Kematian
    By: Fuad HisyamudinJanuary 17, 2018 21:02
      Video Lainnya
    • GUBERNUR JABAR AHMAD HERYAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT IDUL FITRI
      Oleh Admin Inilahkoran
      June 22, 2017
    • Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Mengucapkan Selamat Berbuka Puasa
      Oleh Admin Inilahkoran
      June 22, 2017
    • Nations Piano concert Manual Shweilzer & Kanykey Medetbecova From France 10 july, 2015 - Indonesia
      Oleh Admin Inilahkoran
      August 07, 2015
    • Penampilan baru alun-alun Kota Bandung
      Oleh Admin Inilahkoran
      June 25, 2015
    • Pra PON XIX Jabar 2016
      Oleh Admin Inilahkoran
      June 20, 2015
    • Share
    • Tweet
    INILAH, Bandung-Suasana kala itu masih pagi. Seperti kehidupan normal pada umumnya, aktivitas disibukan dengan kegiatan mencuci pakaian dan bersih-bersih.

    Masalah rumit itu datang dari sesuatu yang sederhana. Bermula dari teguran sang kakak berinisial NH kepada adiknya D. Saat itu, NH sedang mengambil bambu untuk membuat jemuran.

    Akan tetapi, sang adik berinisial D merasa tersinggung. D naik pitam. Ia mulai terpancing emosinya ketika korban NH mulai membahas permasalahan-permasalahan internal keluarga.

    Dalam percekcokan itu ada istri NH. Namun tetap perkelahian tak dapat dilerai. Duel adik kakak itu berlangsung sengit.

    D menghantam kepala kakaknya dengan batu bata merah. NH sempat bangun setelah tersungkur di atas gundukan pasir akibat dihantam D.

    Di lokasi duel, selain istri NH ada pula dua orang yang bekerja sebagai pekerja bangunan. Dua orang buruh itu melihat sang istri melerai perkelahian.

    Setelah dilerai, NH sudah dalam kondisi bersimbah darah. Ia mengalami kejang-kejang dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

    Nahas, dalam perjalanan menuju rumah sakit, NH menghembuskan nafas terakhirnya. Sementara D, dengan inisiatifnya langsung menyerahkan diri ke kantor Polisi Lembang.

    Demikian gambaran dari rekonstruksi yang digelar Kepolisian Sektor Lembang, di Lembang Rabu (17/1/2017). Kejadian aslinya berlangsung pada hari Minggu pagi, tanggal 3 Desember 2017.

    Reka ulang itu menggambarkan penganiayaan seorang adik terhadap kakak kandungnya. Ada 20 adegan yang menggambarkan kronologis kejadian penganiayaan yang berujung pada hilangnya nyawa korban.

    Kapolsek Lembang Kompol Rahmat Lubis menyampaikan, dari 20 adegan yang diperagakan tersangka D (42) dan saksi menjadi gambaran kasus penganiyaan yang mengakibatkan kakak kandungnya yang berinisial NH (43) meninggal dunia.

    "Rekontruksi dihadiri orang-orang yang bersangkutan dengan kejadian sehingga, rangkaian rekontruksi bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan keterangan," kata Kapolsek, usai rekonstruksi di Mapolsek Lembang, Rabu (17/1).

    Dibeberkan Rahmat, kejadian bermula dari teguran korban NH kepada tersangka D yang tersulut emosi. "Iya dari pembicaraan sekitar itu (warisan), tapi kita tidak fokus kesana," imbuhnya.

    Dikonfirmasi terkait digelarnya rekonstruksi di area Mapolsek Lembang, ia menerangkan, kondisi di TKP yang kurang kondusif tidak memungkinkan untuk dilakukan rekontruksi.

    "Menghindari kericuhan kembali, mengingat sekarang sudah aman ya, biar lebih tenang aja semua," terangnya.

    Telah terlaksananya rekontruksi kejadian, ia mengatakan, rangkaian proses hukum kasus tersebut sudah lengkap. Tak lama lagi, kasus tersebut sudah dapat masuk ke tahap persidangan.

    "Sekarang kita mengikuti proses hukum yang sudah berjalan di Polsek Lembang. Semua sudah lengkap, tinggal koordinasi dengan kejaksaan," ujarnya.

    Meski awalnya tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman pidana penjara selama-lamanya 15 tahun. Ia menegaskan, kasus pembunuhan tersebut tidak direncanakan. Sehingga pelaku D dijerat dengan pasal yang lain.

    "Dalam perjalanan ke rumah sakit meninggal kan? Jadi 351 ayat tiga penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia, ancaman hukumannya tujuh tahun penjara," tandasnya.[jek]